Sementara itu, Pilar Leisure & Hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada 2025, lebih rendah bila dibandingkan dengan 2024 yang seniali Rp129,1 miliar 2024. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada tahun 2025 (2024: Rp85,0 miliar), atau sekitar 66 persen dari total pendapatan pilar ini.
Laba kotor KIJA meningkat 3 persen menjadi Rp2,03 triliun pada 2025 dibandingkan Rp1,97 triliun setahun sebelumnya. Margin laba kotor konsolidasian menurun menjadi 39 persen (dari 43 persen tahun 2024), terutama disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen Infrastruktur yang secara umum memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.
Per 31 Desember 2025, saldo kas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp3,6 triliun, termasuk dana pada rekening cadangan bunga sebesar Rp39,4 miliar sesuai persyaratan pinjaman Mandiri. Posisi kas pada akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,0 triliun.
Baca juga: 2026, KIJA Tingkatkan Target Marketing Sales
Sementara itu, per akhir Desember 2025, total aset KIJA menyentuh Rp15,06 triliun, naik bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp14,02 triliun.
Hal serupa terjadi di lini liabilitas. Bila pada akhir 2024 sebesar Rp6,48 triliun menjadi sekitar Rp6,91 triliun per akhir Desember 2025.
Ekuitas KIJA juga naik, yakni dari semula Rp7,54 triliun pada 2024 menjadi sebesar Rp8,14 triliun tahun 2025.
Baca juga: Penjualan Lahan Dongkrak Pendapatan Jababeka
Per akhir Desember 2025, para pemegang saham KIJA terdiri atas Mu Min Ali Gunawan sebesar 21,09 persen, Islamic Development Bank 11,53 persen, saham treasuri 0,13 persen, serta lain-lain 67,25 persen.
(*)





