Tujuan kedua transaksi ini adalah untuk mengembangkan bisnis dan investasi ASII di bidang properti.
Menurut Djony, MMP merupakan perusahaan pengembang properti industri dan logistik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pascatransaksi ini, Grup, melalui Saka Industrial Arjaya, menjadi pemegang saham pengendali baru MMP dan akan melakukan Penawaran Tender Wajib sesuai dengan peraturan pasar modal. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Grup untuk memanfaatkan kebutuhan infrastruktur industri & logistik di Indonesia yang semakin meningkat, khususnya pergudangan modern,” jelas Djony.
Dalam merangsek bisnis properti, ASII mengusung Astra Property yang saat ini mengembangan sejumlah proyek residensial, perkantoran, dan hotel. Apartemen Jakarta.
Baca juga: Ini yang Bikin Laba Properti Astra Kinclong
Terkait dengan properti komersial, ASII memiliki empat anak usaha, yakni PT Menara Astra, PT Samadista Karya, PT Astari Marga Sarana, dan PT Bhumi Prama Arjasa.
Per 30 September 2025, pemegang saham PT Astra International Tbk terdiri atas Jardine Cycle & Carriage Ltd sebesar 50,11 persen, Djony Bunarto Tjondro (presiden direktur) 0,02 persen, Santosa (direktur) 0,02 persen, Anthony John Liddell Nightingale 0,02 persen, dan Gidion Hasan (direktur) 0,01 persen.
Lalu, Henry Tanoto (direktur) sebanyak 0,01 persen, Prijono Sugiarto (presiden komisaris) 0,01 persen, Gita Tiffani Boer (direktur 0,01 persen, Hamdani Dzulkarnaen Salim (direktur) 0,01 persen, dan FXL Kesuma (direktur) 0,01 persen.
Selain itu, Benjamin Herrenden Birks (komisaris) 0,00 persen, Rudy (wakil presiden direktur) 0,00 persen, Thomas Junaidi Alim W (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat ,49,77 persen.
(*)





