Dia bagian lain, kata Daniel, pihaknya juga berusaha untuk ikut serta mendukung program percepatan pembangunan tiga juta rumah yang digulirkan oleh pemerintah.
Dyah Rahadyannie, direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM PPRO menambahkan, pihaknya melihat pemerintah tengah mematangkan (fixed) Program Tiga Juta Rumah.
Karena itu, katanya, Perseroan masih wait and see atas regulasi atau putusan pemerintah atas program tersebut.
“Namun Perseroan menilai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, Perseroan optimistis dapat berkontribusi dalam program ini terutama di beberapa ready stock maupun landback yang memiliki segmen pasar sesuai dengan Program Tiga Juta rumah ini,” ujar dia.
Menyinggung strategi kerja sama operasi (KSO), Daniel menerangkan bahwa target market untuk KSO pasti akan melihat ke arah produk yang terkuat di PPRO, produk terkuat PPRO saat ini adalah student apartment.
“Namun Perseroan tidak hanya focus pada high risk, Perseroan pun melihat peluang beberapa real estat atau properti dengan tipe unit yang lain misalnya residensial atau rumah tapak,” jelas Daniel.
(*)
![azko Foto 1 [Ka - Ki] - Helen Widjaja, Teresa Wibowo, Sabai Dieter dan Ringgo Agus Rahman azko](https://landbank.co.id/wp-content/uploads/2026/03/azko-Foto-1-Ka-Ki-Helen-Widjaja-Teresa-Wibowo-Sabai-Dieter-dan-Ringgo-Agus-Rahman-azko-200x112.jpg)




