Jakarta, landbank.co.id– PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) atau Jababeka berencana membayarkan dividen tunai tahun buku 2024 pada Juli 2025. (jadwal lengkap di halaman 2)
Keputusan pembagian dividen tunai diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kawasan Industri Jababeka Tbk di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2025.
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yang mengusung kode saham KIJA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membagikan 10 persen laba bersih 2024 sebagai dividen tunai.
“Sekitar 10 persen dari laba bersih, yaitu Rp 36,33 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan,” urai manajemen Jababeka dikutip Selasa, 1 Juli 2025.
Manajemen Jababeka menerangkan, masing-masing pemegang saham akan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya, yaitu setiap satu saham berhak menerima dividen tunai sebesar-besarnya Rp1,79.
Selain untuk dividen, sebagian laba bersih Jababeka juga disisihkan untuk dana cadangan, yakni sebesar Rp50 miliar.
Baca juga: Jababeka Bidik Marketing Sales Rp3,5 Triliun
“Sisa laba bersih setelah dikurangi dividen tunai dan cadangan wajib, yaitu sebesar Rp326,92 miliar akan dicatatkan sebagai laba ditahan dan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan,” tutur manajemen Jababeka.
Dalam catatan landbank.co.id, dalam rentang empat tahun terakhir, yakni tahun buku 2020 hingga 2023, Jababeka tidak membagikan dividen tunai.
Laba 2025
Sementara itu, Jababeka mampu membalikkan keadaan dari semula merugi pada kuartal pertama 2024 menjadi menuai laba per akhir Maret 2025.
“Perseroan membukukan laba bersih Rp200,5 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp107,7 miliar pada kuartal pertama 2024,” urai manajemen Jababeka, belum lama ini.
Baca juga: Penjualan Lahan Dongkrak Pendapatan Jababeka
Menurut manajemen PT Jababeka Tbk, kemampuan Perseroan meraih laba bersih terutama karena pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin laba kotor secara keseluruhan.
Lalu, rugi selisih kurs emiten berkode saham KIJA ini sepanjang tiga bulan pertama 2025 sebesar Rp100,4 miliar, sedikit berkurang dari Rp114,8 miliar pada periode sama 2024.
Kemudian, EBITDA pada triwulan pertama 2025 melejit 166 persen menjadi Rp481,5 miliar dari Rp181,0 miliar pada periode sama 2024.