Berbeda dengan penjualan rumah dan ruko, ketiga sumber pendapatan tersebut justru mencatat peningkatan pendapatan pada 2025.
Penjualan apartemen service tumbuh sekitar 6 persen, pusat perbelanjaan melambung 1.600 persen, serta apartemen dan kantor melonjak sekitar 213 persen.
Secara keseluruhan, penjualan pemilik proyek perumahan Bukit Cimanggu City, Bogor, Jawa Barat ini turun sekitar 12 persen pada akhir 2025 bila dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.
Baca juga: Gapuraprima Mau Bagi Dividen Tunai, Ini Jadwalnya
Pada akhir 2024, penjualan bersih GPRA masih sebesar Rp517,06 miliar, sedangkan setahun kemudian turun ke posisi Rp454,28 miliar.
Seiring dengan hal itu, laba bersih pemilik Puri Semanan Residence, Jakarta ini terlihat menurun pada 2025.
Akhir 2025, laba bersih GPRA senilai Rp81,85 miliar alias turun sekitar 34 persen, mengingat pada periode sama 2024 masih sebesar Rp124,10 miliar.
Baca juga: Gapuraprima Incar Pertumbuhan 15 Persen
Sementara itu, jumlah aset GPRA tercatat sebesar Rp1,98 triliun pada akhir 2025, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp1,97 triliun.
Liabilitas pemilik Nemuru Bhuvana Ciawi Hotel & Villa, Bogor, Jawa Barat ini, mengutip laporan keuangan Perseroan, turun menjadi senilai Rp545,11 miliar dari semula Rp604,84 miliar.
Begitu juga dengan ekuitas. Bila semula Rp1,37 triliun, pada akhir 2025, pemilik The Botanica Cibubur, Bogor, Jawa Barat ini membukukan sebesar Rp1,43 triliun.
Baca juga: Gapuraprima Raih Penjualan Rumah dan Ruko Rp198 Miliar
Per akhir Desember 2025, para pemegang saham GPRA terdiri atas PT Abadi Mukti Guna Lestari sebesar 43,88 persen, Aditya Antonius 7,20 persen, dan masyarakat 48,92 persen.
(*)





