Jakarta, landbank.co.id– Sepanjang Januari-September 2024, bisnis kawasan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terlihat bertumbuh sekitar 13 persen bila disandingkan dengan periode sama 2023.
Mengutip laporan keuangan PT AKR Corporindo Tbk, per akhir September 2024, bisnis kawasan industri AKRA mencatat pendapatan Rp862,01 miliar.
Padahal, pada periode yang sama tahun 2023, pendapatan AKRA dari kawasan industri masih bertengger di level Rp761,57 miliar.
Masih mengutip laporan keuangan AKRA, bisnis kawasan industri itu mencakup penjualan kawasan industri serta listrik dan utilitas lainnya.
Khusus untuk penjualan lahan kawasan industri, AKRA mencatat pendapatan Rp686,25 miliar pada sembilan bulan 2024.
Angka itu itu lebih rendah dibandingkan raihan per akhir September 2023 yang masih mampu mengumpulkan senilai Rp712,64 miliar.
Lalu, untuk pendapatan dari listrik dan utilitas lainnya terjadi lonjakan, yakni dari Rp48,93 miliar menjadi Rp175,76 miliar per akhir September 2024.
Secara keseluruhan, AKRA mengumpulkan pendapatan Rp28,40 triliun pada akhir September 2024, lebih rendah dibandingkan raihan periode sama 2023 yang sebesar Rp29,76 triliun.
Penurunan itu disebabkan pelemahan perdagangan dan distribusi BBM kepada pihak ketiga, yakni turun dari Rp22,98 triliun menjadi Rp21,48 triliun.
Terkait bisnis kawasan industri, per akhir September 2024 menyumbang sekitar 3 persen terhadap total pendapatan AKRA.
AKRA melakoni bisnis kawasan industri melalui PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan.
Hal itu dimungkinkan mengingat UEPN menguasai 60 persen saham PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) yang mengoperasikan Kawasan Industri dan Pelabuhan Terpadu (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 (PP No. 71/2021), Pemerintah Indonesia telah menetapkan lokasi usaha BKMS di Gresik, Jawa Timur sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Mengutip laman resmi AKRA, JIIPE adalah kawasan terintegrasi di Indonesia yang memiliki total area sebesar 3.000 hektare.
Area ini terdiri atas kawasan industri, permukiman, logistik, tempat rekreasi, dan pelabuhan. Lokasinya yang terletak di Gresik membuat JIIPE menjadi pusat industri paling strategis di Indonesia.
Masih mengutip laman itu seluas 1.761 hektare JIIPE adalah untuk kawasan industri, 400 hektare untuk pelabuhan, dan 800 hektare untuk pemukiman.
(*)