Berbeda dengan pemain properti besar lainnya, INPP memiliki keunggulan kompetitif pada model bisnis yang menitikberatkan stabilitas arus kas.
Baca juga: Paradise Indonesia Berharap Recurring Income dari Bandung Bertambah
Perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) tetap terjaga kuat tetap diatas 75 persen dari total pendapatan tahun 2026, disokong oleh performa solid dari portofolio komersial dan perhotelan.
Prediktabilitas arus kas yang kuat ini ditopang oleh struktur modal yang sangat sehat dan konservatif. Perusahaan mempertahankan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang sangat rendah di level 0,21x, mencerminkan disiplin alokasi modal yang ketat serta porsi utang yang sangat moderat.
Keberhasilan operasional ini juga tercermin dari EBITDA kuartal pertama 2026 yang meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar, serta catatan historis pendapatan neto akhir tahun 2025 yang tumbuh 32,9 persen year on year (YoY) mencapai Rp1,74 triliun.
Baca juga: Paradise Indonesia Merangsek Bisnis Serviced Apartment
“Paradise Indonesia telah membangun pondasi pertumbuhan yang kuat melalui kombinasi portofolio aset berkualitas, recurring income yang dominan, neraca yang sehat, dan disiplin eksekusi proyek. Dengan dukungan tim manajemen yang diperkuat serta proyek-proyek baru yang mulai beroperasi, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat,” tutur Surina.
Daftar lengkap manajemen Paradise Indonesia tahun 2026;
Dewan Komisaris
Anthony Prabowo Susilo : Presiden Komisaris
Todo Sihombing : Wakil Presiden Komisaris & Komisaris Independen
Agoes Soelistyo Santoso : Komisaris
Surja Hartono : Komisaris
Andi Siswaka Faisal: Komisaris
Hadi Cahyadi : Komisaris merangkap Komisaris Independen