Jakarta, landbank.co.id– PT Jababeka Tbk (KIJA) meningkatkan target penjualan pemasaran (marketing sales) sekitar 7 persen pada 2026 disandingkan setahun sebelumnya.
Pada 2025, emiten yang mengusung kode saham KIJA di Bursa Efek Indonesia itu mematok marketing sales Rp3,50 triliun, sedangkan tahun ini sebesar Rp3,75 triliun.
“Jababeka menetapkan target penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang,” jelas manajemen KIJA dalam publikasi tertulisnya dikutip Kamis 12 Februari 2026.
Dari target tersebut, sebesar Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan lainnya, yakni mencakup Rp800 miliar berupa penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial.
Baca juga: Penjualan Lahan Dongkrak Pendapatan Jababeka
“Sisa sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri,” urai manajemen KIJA.
Penjualan Lahan
Sementara itu, Jababeka mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan membukukan penjualan pemasaran real estat sebesar Rp3,6 triliun, melampaui target Perusahaan sebesar Rp3,5 triliun.
Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan yang didirikan pada 1989 ini, serta mencerminkan pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan tahun 2024, ketika penjualan pemasaran tercatat sebesar Rp3,19 triliun.
Baca juga: Penjualan Lahan Industri Tembus 125 Hektare
Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Pada 2025, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp1,1 triliun meningkat sekitar 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di seluruh segmen.





