Faktor Fundamental: Shutdown AS Berakhir, Tapi Ketidakpastian Masih Tinggi
Sentimen risk-on sempat meningkat setelah pemerintah federal AS kembali beroperasi. Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS, yang berlangsung hingga 43 hari.
Meski demikian, ketidakpastian pasar tetap ada akibat tertundanya rilis data ekonomi selama periode shutdown. Para analis memperkirakan data yang keluar pekan ini mungkin menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan potensi perlambatan ekonomiādua faktor yang biasanya mendukung penguatan harga emas.
Tekanan Tambahan dari Dolar dan Yield Obligasi
Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik tipis 0,08% ke 99,31. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menguat 2,5 basis poin ke 4,10%, dan imbal hasil riil naik hampir 3 basis poin ke 1,862%. Kenaikan yield tersebut menjadi tekanan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Prospek Ke Depan: Ruang Penguatan Masih Ada, Tapi Terbatas
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember mulai memudar setelah komentar bernada hawkish dari beberapa pejabat bank sentral, termasuk Presiden The Fed Kansas City Jeffery Schmid. Probabilitas pemangkasan 25 bps kini turun menjadi 54%, dari sebelumnya 62,9%.
Meski begitu, analis menilai peluang kenaikan emas tetap terbuka bila dolar AS melemah lebih jauh atau data ekonomi AS menunjukkan perlambatan yang signifikan.
(*)





