Berbeda dengan penjualan yang menguat pada 2025, torehan laba bersih pengembang proyek Shila at Sawangan, Depok, Jawa Barat ini terlihat turun tipis.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba bersih UANG sebesar Rp83,10 miliar, sedangkan setahun sebelumnya Rp84,95 miliar.
Sementara itu, jumlah aset UANG per akhir Desember 2025 tercatat meningkat dari setahun sebelumnya, yakni menjadi sebesar Rp1,80 triliun dari awalnya Rp1,58 triliun.
Sebaliknya, liabilitas UANG terlihat menurun, yakni menjadi sekitar Rp1,20 triliun dari semula sekitar Rp1,26 triliun.
Baca juga: Lebih Dekat dengan Klaster Tilia dan Lake Vista di Shila at Sawangan
Jumlah ekuitas emiten yang melantai di BEI pada 2020 ini terlihat menguat dari semula Rp322,39 miliar pada 2024 menjadi sebesar Rp603,45 miliar pada akhir 2025.
Kumpulkan Pemegang Saham
Sementara itu, Erick Wihardja, direktur utama PT Pakuan Tbk menjelaskan, pihaknya akan mengumpulkan para pemegang saham pada 16 April 2026.
Mereka diminta hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan dengan mengusung tiga agenda acara.
Baca juga: Sawangan Kian Diramaikan Pengembang Jepang
Mengutip surat Perseroan kepada Otoritas Bursa tertanggal 1 April 2026, agenda pertama, jelas dia, persetujuan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
Lalu, agenda selanjutnya adalah terkait persetujuan perubahan anggaran dasar Perseroan. Selain itu, agenda terakhir, persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan dewan komisaris.
Per akhir Desember 2025, para pemegang saham UANG terdiri atas PT Sirius Surya Sentosa sebesar 41,00 persen dan Hapsoro 19,35 persen.
Selain itu, PT Basis Utama Prima 16,24 persen, PT Bhineka Abadi Investama 9,49 persen, dan masyarakat 13,92 persen.
UANG merangsek bisnis properti dengan mengsung sejumlah proyek melalui anak usaha, yakni PT Jakarta Investindo Indonesia. Anak usaha ini mengembangkan lahan seluas 122.806 meter persegi (m2) di area Bojongsari, Depok, Jawa Barat untuk area komersial.
Baca juga: Penjualan UANG Terbang
Lalu, mengutip Laporan Tahunan 2024 milik Perseroan, UANG merangsek sektor properti lewat anak usaha, PT Vasamty Land Sawangan. Entitas anak ini mengembangkan lahan seluas 55.025 m2 di area Sawangan, Depok untuk area residensial.
Masih mengutip laporan itu, penetrasi UANG di bisnis properti juga dilakukan lewat entitas asosiasi, yakni PT Lotte Land Sawangan yang mengembangkan lahan seluas 104.363 m2 di area Bojongsari, Depok, Jawa Barat untuk area residensial dan komersial.
Selain itu, UANG menggarap proyek properti lewat Kerja Sama Operasi (KSO) Vasanta Diamond Sawangan yang mengembangkan lahan seluas 244.392 m2 di area Sawangan, Depok, Jawa Barat untuk area residensial.
(*)





