Jakarta, landbank.co.id– Pembangunan rumah susun subsidi atau rusun subsidi diharapkan mampu memangkas backlog hunian di Provinsi Jawa Barat.
Saat ini, di Jawa Barat tengah dibangun dan sedang dipersiapkan pembangunan rusun subsidi di sejumlah kota.
Proyek rusun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu bergulir di Bekasi, Kota Bandung, dan Kota Depok.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyambut baik rencana tersebut.
Baca juga: Tiga Proyek TOD Ini Dukung Program Tiga Juta Rumah
Dia mengatakan, program ini dapat menjadi kontribusi besar dalam mengurangi backlog perumahan di Jawa Barat yang saat ini mencapai sekitar 2,1 juta unit.
“Kalau di Depok bisa terbangun sekitar 170.000 unit hunian, ini bisa berkontribusi signifikan dalam mengurangi backlog perumahan di wilayah Depok dan sekitarnya,” tutur Herman dilansir laman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tambah dia, siap mendukung penyelesaian berbagai aspek di lapangan, termasuk penanganan persoalan sosial secara baik dan humanis.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Depok Supian Suri yang menyatakan pihaknya siap mendukung penuh realisasi pembangunan rusun subsidi di lahan tersebut.
Baca juga: Catat, Tiga Syarat Punya Rusun Subsidi Bandung
“Kami atas nama Pemerintah Kota Depok dan warga Depok sangat menyambut baik rencana ini. Dengan backlog sekitar 170.000 warga yang belum memiliki rumah, program ini memberikan harapan besar bagi masyarakat,” kata dia.
Program Tiga Juta Rumah
Sementara itu, pemerintah memulai pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sebagai bagian dari percepatan Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Proyek ini digagas melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat.
Groundbreaking pembangunan rusun subsidi tersebut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Minggu 8 Maret 2026.
Baca juga: Awal Maret 2026, Tiang Pancang Rusun Subsidi di Meikarta
Lalu, dihadiri juga oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, pendiri Lippo Group Mochtar Riady, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N Bakrie, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, serta Wali Kota Depok Supian Suri.





