KPR FLPP Jabodetabek Melonjak 52 Persen, Sentuh Rp2 Triliun
Lima kota lainnya di Jabodetabek, masih mengutip data BP Tapera, tidak menyerap KPR FLPP, yakni Kota Bekasi (Jawa Barat), Kota Depok (Jawa Barat), Kota Bogor (Jawa Barat), Kota Tangerang Selatan (Banten), Kota Tangerang (Banten), dan Jakarta.
Dalam periode enam bulan pertama 2025, penyaluran KPR FLPP di kawasan Jabodetabek melibatkan 10 bank, termasuk dua unit usaha syariah (UUS).
Mereka adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah), Bank DKI, BJB, PT BJB Syariah, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, UUS Bank DKI, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan Mega Syariah.
Dari delapan bank itu, BTN konvesional menjadi penguasa KPR FLPP di kawasan Jabodetabek, yakni senilai Rp1,67 triliun setara untuk 12.499 unit.
Artinya, BTN konvensional menguasai 83,10 persen dari sisi nilai, sedangkan dari sisi unit pangsa pasarnya 83,09 persen.
Secara nasional, per akhir Juni 2025, Jabodetabek menyumbang 12,43 persen dari total unit yang diguyur KPR FLPP, sedangkan dari sisi nilai porsinya 13,40 persen.
KPR FLPP merupakan instrument yang dikeluarkan pemerintah untuk membantu kalangan MBR memilik rumah layak huni.
Baca juga: Nilai Penjualan Rumah di Jabodetabek Banten Rp9,18 Triliun
Saat ini, batasan penghasilan MBR di kawasan Jabodetabek adalah sebesar Rp12 juta per bulan untuk tidak kawin, sedangkan untuk yang kawin sebesar Rp14 juta per bulan.
Penyaluran KPR FLPP semester pertama 2025 di Jabodetabek
6.667 unit (44,32 persen)
Rp894.464.709.750
Baca juga: BTN Kuasai KPR FLPP Kabupaten Bekasi