“Perseroan optimistis akan prospek sektor pariwisata yang kian solid,” kata manajemen RBMS.
Hal itu dilandasi data Kementerian Pariwisata yang mencatat jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 7,05 juta kunjungan, sedangkan total kunjungan turis asing mencapai 16,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Mengantongi Laba
Secara keseluruhan tahun 2025, pendapatan RBMS naik sekitar 49 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp159,86 miliar menjadi sebesar Rp238,58 miliar.
Di bagian lain, pemilik proyek perumahan Cipondoh Lake View di Tangerang, Banten ini mampu membalikkan keadaan pada akhir 2025, yakni dari semula merugi Rp27,88 miliar pada 2024 menjadi untung Rp1,68 miliar.
Baca juga: Menteri PKP Dorong Target FLPP 2026 Lampaui Sasaran
Sementara itu, total aset RBMS per akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp790,89 miliar, sedangkan pada periode sama tahun 2024 senilai Rp759,74 miliar.
Di sisi liabilitas terlihat relatif sama, yakni sebesar Rp289,99 miliar pada 2025 dan senilai Rp289,92 miliar per akhir 2024.
Sebaliknya, ekuitas RBMS naik menjadi Rp500,90 miliar per akhir 2025 dari semula Rp469,82 miliar pada periode akhir 2024.
Di sisi lain, memasuki tahun 2026, RBMS memiliki sejumlah strategi, yakni melakukan promosi penjualan melalui social media dan platfom digital untuk awareness dan leads.
Lalu, kembali aktif mengikuti pameran perumahan dan pemasaran langsung dengan mengunjungi calon konsumen di tempat bekerja.
Selain itu, mengadakan fasilitas lengkap dan nyaman, serta menggunakan material alternatif untuk mengganti material yang langka, dengan tidak menurunkan kualitas.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Untuk hotel, strategi RBMS adalah dengan kembali aktif mengikuti international travel fair, bekerja sama dengan travel agent.
Kemudian, fokus untuk group booking, dengan menjaga hubungan baik dan membangun relasi dengan grup perusahaan terutama di Indonesia dan negara ASEAN.
Pemegang saham RBMS per akhir Desember 2025 terdiri atas Richard Rachmadi Wirahardja sebesar 51,89 persen dan masyarakat 48,11 persen.
Baca juga: Ristia Bintang Mahkotasejati Tambah Hotel di Bali
(*)





