Prinsip Gedung Berkelanjutan Harus Diterapkan Secara Nyata
Prinsip pengembangan bangunan hijau (green building) alias pembangunan gedung berkelanjutan harus diterapkan secara nyata-landbank.id-
Proses produksi semen di pabrik-pabrik SIG juga telah menerapkan sistem plant digitalization untuk optimalisasi dan meningkatkan efisiensi biaya produksi di antaranya melalui penggunaan plant optimizer yang telah diimplementasikan di beberapa pabrik dan akan terus diimplementasikan di pabrik-pabrik lain secara komprehensif.
Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, SIG sukses menghasilkan produk semen hijau yang tidak hanya lebih rendah emisi tetapi memiliki kualitas yang setara di kelas peruntukannya. Semen hijau hasil karya SIG lebih ramah lingkungan dengan intensitas emisi lebih rendah hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional.
Saat ini, SIG memiliki berbagai varian semen hijau yang telah tersertifikasi Green Label, di antaranya “PwrPro” semen dengan kekuatan awal ekstra dan kemudahan pengerjaan yang lebih baik, serta “MaxStrength Pro” semen untuk pengecoran massal dan stabilisasi tanah.
Lebih dari produsen semen, SIG juga memiliki berbagai produk beton inovatif, seperti teknologi beton berpori ”ThruCrete”, beton cepat kering “SpeedCrete”, beton dekoratif berwarna “DekoCrete”, dan paving block berpori.
BACA JUGA:Pakai Bata Interlock, Bumi Svarga Asri Ramah Lingkungan
Mengambil peranan yang lebih luas, SIG menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi sebagai solusi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.
Produk turunan semen hijau SIG dengan mekanisme kerja bata yang saling mengunci antar balok ini menghasilkan bangunan yang kokoh, ramah gempa dan tahan api.
Reni Wulandari mengatakan, keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan tetapi keharusan untuk membangun masa dapan yang lebih baik. Pada aspek bisnis, SIG menilai keberlanjutan sebagai keunggulan di tengah kondisi industri yang kompetitif.
“Produk-produk SIG juga telah tersertifikasi SNI dan mengandung komponen dalam negeri (TKDN) tinggi lebih dari 90% “Dengan semua keunggulan yang dimiliki, produk SIG memiliki daya saing di level nasional bahkan global,” jelas Reni Wulandari.
Terkait komitmen terus mempromosikan produk dan solusi bahan bangunan rendah emisi, SIG berkolaborasi dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam Indonesia Green Building Festival 2026.
BACA JUGA:Melirik Bata Interlock Presisi SIG untuk Rumah Ramah Lingkungan
Indonesia Green Building Festival 2026 akan diselenggarakan di lima kota besar, yaitu Bandung (9 September 2026), Yogyakarta (14 September 2026), Makassar (24 September 2026), Denpasar (26 September 2026), dan Surabaya (29 September 2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong para pelaku industri agar mengintegrasikan prinsip bangunan hijau dalam rencana pembangunan, khususnya dalam pemilihan bahan bangunan dan proses konstruksi yang berkelanjutan.
(*)