Menteri Ara dan Gubernur Bank Indonesia Sepakat Berikan Insentif Likuiditas ke Bank Penyalur KPR
“Kami siap melaksanakan. Bank Himbara seperti Mandiri, Bank Syariah Indonesia, BTN, dan BNI akan terus berkolaborasi dalam mendukung program pemerintah,” kata Erick Thohir.
Menteri Erick juga menekankan pentingnya peran bank-bank swasta dalam mendukung program penyediaan rumah yang masif, dengan target 3 juta unit rumah.
Dukungan DPR untuk Likuiditas Perumahan
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi terkait masalah ketersediaan likuiditas untuk mendukung program prioritas Presiden, yakni pembangunan 3 juta rumah.
Misbakhun berharap Bank Indonesia dapat memberikan dukungan melalui insentif makroprudensial, mengingat keterbatasan likuiditas yang ada.
“Kita cari solusi bagaimana BI memberikan dukungan melalui insentif makroprudensial. Ada keterbatasan likuiditas, harapan kita BI bisa membantu ketersediaan likuiditas tersebut,” kata Misbakhun.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan UU P2SK, BI memiliki kewenangan untuk terjun dalam membantu program ini, mengingat kebijakan makroprudensial yang dimilikinya.
Kesimpulan dan Harapan
Pertemuan ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat antara pemerintah, BI, BUMN, dan DPR untuk mendukung program perumahan yang dijalankan oleh Kementerian PKP. Dukungan likuiditas, kolaborasi antar bank, serta solusi untuk masalah lahan dan kualitas perumahan diharapkan dapat mendorong keberhasilan program pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat Indonesia.
Dengan sinergi antara berbagai pihak ini, diharapkan program perumahan yang masif dan terencana dapat terwujud dengan sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.