Namun, kata dia, pemerintah tentunya tetap hadir dan optimistis bisa dilalui dengan baik. Ini membuktikan Indonesia selalu bisa menjaga kepercayaan investor.
“Alhamdulillah target investasi tahun 2025 tercapai dan bahkan melebihi target yang dicanangkan. Sepanjang tahun 2025 total realisasi Rp1.931,2 triliun tumbuh 12,7 persen year on year (yoy),” kata dia dilansir laman Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Jika dilihat berdasarkan sektor-sektor investasi, tambah Rosan, dirinya menilai realisasi investasi masih cukup konsisten.
Realisasi investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan turunannya mencapai Rp262,0 triliun atau 13,6 persen dari total realisasi.
Kemudian, untuk sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp211 triliun (10,9 persen). Pertambangan konsisten di peringkat ketiga yaitu Rp199,6 triliun (10,3 persen), serta jasa lainnya Rp170,5 triliun (8,8 persen).
Baca juga: CBRE: Arus Investasi Mengkatalisasi Sektor Properti
“Lalu perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp140,4 triliun (7,3 persen),” kata Menteri Rosan.
Artinya, pada 2025, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati urutan kelima pencetak realisasi investasi terbesar.
Bila disandingkan dengan torehan pada 2024, peringkat sektor properti turun satu level mengingat kala itu berada di posisi keempat terbesar.
Dalam rentang tahun 2021-2025, posisi tertinggi yang pernah ditempati oleh sektor properti terjadi pada 2021. Ketika itu, sektor properti menempati urutan kedua terbesar. Persis di bawah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya yang memang langganan di urutan pertama.
Sementara itu, untuk PMA, lima besar negara asal dana masuk ke Indonesia ditempati oleh Singapura yang masih menempati posisi pertama sebesar US$17,4 miliar atau 30,9 persen.
Baca juga: Realisasi Investasi Tahun 2024 Subsektor Properti Rp122,9 Triliun
Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan US$10,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok US$7,5 miliar, Malaysia US$4,5 miliar, dan Jepang US$3,1 miliar di posisi kelima.
(*)





