Realisasi Investasi Sektor Properti Sentuh Rp681,7 Triliun

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebutkan bahwa realisasi investasi sektor properti Rp681,7 triliun sepanjang 2021-2025/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Realisasi investasi di sektor properti, khususnya perumahan, kawasan industri, dan perkantoran terus berdenyut sepanjang tahun 2021 hingga 2025.

Dalam rentang waktu itu merujuk data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi sektor properti menyentuh Rp681,7 triliun.

Bacaan Lainnya

Data Kementerian itu juga memerlihatkan bahwa ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, realisasi investor sektor properti di Indonesia tetap tercatat menggeliat.

Pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mencuat di Indonesia, realisasi investasi sektor tersebut bertengger di angka Rp76,4 triliun.

Bahkan, setahun kemudian, masih dalam kondisi pandemi Covid-19, realisasi investasi melejit sekitar 54 persen ke level Rp117,4 triliun.

Baca juga: Perumahan dan Perkantoran Dapat Guyuran Investasi Rp25 Triliun

Setelah melambung, tahun 2022, terjadi koreksi bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni turun sekitar 7 persen menuju ke posisi Rp109,4 triliun.

Namun, tahun 2023 kembali bertumbuh sekitar 5 persen ke angka Rp115,2 triliun. Begitu juga setahun kemudian, yakni  naik sekitar 7 persen menjadi Rp122,9 triliun.

Terkini, pada 2025, realisasi investasi di sektor properti kembali meninggi dengan torehan pertumbuhan sekitar 14 persen ke posisi Rp140,4 triliun.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM itu mencakup realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

 

Kontribusi Properti

Sementara itu, pada 2025, realisasi investasi PMDN dan PMA di seluruh sektor menyentuh sekitar Rp1.931,2 triliun.

Baca juga: Investasi Sektor Properti Masih Seksi

Angka itu lebih tinggi bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya yang senilai Rp1.714,2 triliun.

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani, 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, mulai dari pelambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan internasional.

Pos terkait