PJAA Dapat Setoran Dividen Rp160 Miliar

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengantongi setoran dividen dari anak usaha, yakni PT Taman Impian Jaya Ancol/foto: ancol.com

Jakarta, landbank.co.id– PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengantongi setoran dividen dari anak usaha, yakni PT Taman Impian Jaya Ancol.

“PT Taman Impian Jaya Ancol telah melakukan pembayaran dividen kepada PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebesar Rp160 miliar,” jelas Agung Praptono, corporate secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dalam suratnya kepada Otoritas Bursa, Senin 6 April 2026.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, dividen tersebut diambil dari laba ditahan tahun buku 2025 PT Taman Impian Jaya Ancol.

Hingga akhir 2025, perusahaan yang didirikan pada 1960 ini memiliki tujuh entitas anak, yaitu PT Taman Impian Jaya Ancol, PT Seabreez Indonesia, dan PT Jaya Ancol.

Baca juga: Pembangunan Jaya Ancol Raih Pendapatan Rp1,12 Triliun

Selain itu, PT Sarana Tirta Utama, PT Jaya Ancol Pratama Tol, PT Taman Impian, dan PT Genggam Anugerah Lumbung Kuliner.

 

Laba Stabil

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang mengusung kode saham PJAA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengoleksi pendapatan Rp1,12 triliun pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya senilai Rp1,27 triliun.

Tahun 2025, pilar utama pemasukan PJAA berasal dari pendapatan tiket, yakni dari wahana wisata dan pintu gerbang.

Ketika itu, pendapatan tiket menyetor sekitar Rp737,71 miliar atau setara dengan sekitar 66 persen dari total pendapatan PJAA pada 2025.

Baca juga: Rekomendasi Lima Tempat Wisata Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Dominasi serupa terjadi pada 2024. Saat itu, Perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mengantongi pendapatan tiket Rp907,18 miliar atau menyumbang sekitar 72 persen terhadap total pendapatan.

Penyumbang kedua terbesar pundi-pundi pemilik wahana wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta ini datang dari pendapatan usaha lainnya yang antara lain adalah penyewaan kios, lahan, dan gedung serta pengelolaan perumahan.

Pada 2025, pendapatan usaha lainnya menyumbang sekitar Rp316,95 miliar (28 persen), sedangkan setahun sebelumnya senilai Rp277,60 miliar (22 persen).

Pemasukan lain Perusahaan yang didirikan pada 1992 ini datang dari bisnis hotel dan restoran, yakni sebesar Rp68,54 miliar atau menyumbang sekitar 6 persen.

Setahun sebelumnya, bisnis tersebut menyetor Rp76,84 miliar atau setara sekitar 6 terhadap total pendapatan PJAA.

Baca juga: PJAA Kantongi Pendapatan Rp1,26 Triliun Pada 2024

Pada 2025, PJAA tidak membukukan pendapatan real estat yang mencakup tanah dan bangunan, sedangkan setahun sebelumnya tercatat senilai Rp5,68 miliar.

Pos terkait