Jakarta, landbank.co.id– Penjualan rumah PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) tumbuh sekitar 6 persen pada 2025 disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk, pada akhir 2025, penjualan rumah emiten berkode saham GRIA di Bursa Efek Indonesia itu tercatat sebesar Rp68,64 miliar.
Sebaliknya, per akhir 2024, penjualan rumah PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk masih bertengger di posisi Rp64,59 miliar.
Baca juga: Tumbuh Nyaris 21 Persen, GRIA Optimistis Lego 600 Rumah
Pada 2025, secara keseluruhan pendapatan GRIA naik sekitar 6 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Pendapatan pemilik proyek Griya Panorama Sumedang, Jawa Barat ini tercatat sebesar Rp65,02 miliar pada 2024, sedangkan setahun kemudian naik ke posisi Rp69,06 miliar.
Naiknya pendapatan perusahaan yang didirikan pada 2013 ini terlihat ikut memengaruhi raihan laba GRIA pada 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba GRIA tercatat naik sekitar 32 persen bila dibandingkan dengan 2024.
Baca juga: Hunian GRIA Unjuk Kekuatan
Laba GRIA tercatat sebesar Rp7,65 miliar pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya masih di posisi Rp5,79 miliar.
Di sisi lain, jumlah aset GRIA pada akhir Desember 2025 sekitar Rp463,92 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 sebesar Rp469,16 miliar.
Liabilitas GRIA tercatat turun dari Rp78,86 miliar pada 2024 menjadi Rp65,84 miliar per akhir 2025.
Di sisi ekuitas, pada 2025, pemilik proyek Puri Epicentrum Karawang ini mencatat peningkatan menjadi Rp398,08 miliar dari sebelumnya yang sekitar Rp390,30 miliar.
Baca juga: GRIA Berniat Tambah Land Bank
Sementara itu, pemegang saham GRIA per akhir 2025 terdiri atas Khufran Hakim Noor 47,27 persen, Arvan Rivaldy R Siregar 23,82 persen, dan Anwal Arif Pamungkas 4,06 persen.
Selain itu, Rustiana Irwati 3,99 persen, Moch Dody Supriyadi 0,86 persen, Irwansyah Hakim Noor 0,86 persen, dan masyarakat 19,14 persen.
(*)





