Penjualan Rumah Bakrieland Development Menggeliat

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat peningkatan pendapatan sekitar 18 persen sepanjang Januari-September 2025 disandingkan periode yang sama 2024/foto: bakrieland.com

Sementara itu, per akhir September 2025, rugi ELTY turun bila dibandingkan dengan periode yang sama 2024, yakni dari Rp88,07 miliar menjadi Rp14,19 miliar.

 

Bacaan Lainnya

Bisnis Properti

Bakrieland merangsek bisnis properti melalui empat anak usaha, yakni PT Bakrie Swasakti Utama yang fokus kepada City Property & Township.

Lalu, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) yang menyasar Property & Entertaintment, PT Krakatau Lampung Tourism Development fokus Property & Tourism Area.

Selain itu, masuk ke segmen Perumahan atau Housing melalui PT Bakrie Nirwana Realty, yakni proyek Bumi Pakuan di Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Bisnis Perkantoran Bakrieland Catat Pertumbuhan

Mengutip laman ELTY, beberapa proyek perumahan Bakrieland di antaranya adalah Awana Townhouse Yogyakarta, yakni proyek rumah tapak dengan 38 unit hunian eksklusif dengan luas bangunan 120 meter persegi (m2).

Lalu, Bumi Pakuan, Bogor, Jawa Barat yang dikembangkan oleh PT Bakrie Nirwana Realty (BNR) di atas lahan seluas 7,5 hektare (ha) untuk 415 rumah dengan konsep One Gate System (Cluster).

Selain itu, Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jawa Barat dengan luas area pengembangan sekitar 300 ha yang mencakup perumahan, kawasan komersial,dan kawasan rekreasi.

Di sisi lain, per akhir September 2025, total aset ELTY tercatat sebesar Rp8,82 triliun, lebih besar bila disandingkan dengan per akhir Desember 2024 yang senilai Rp8,74 triliun.

Kenaikan juga terjadi di lini liabilitas. ELTY membukukan liabilitas Rp2,71 triliun pada akhir 2024, sedangkan per akhir September 2025 sebesar Rp2,79 triliun.

Ekuitas ELTY juga naik dari semula Rp6,92 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi sebesar Rp6,03 triliun per akhir September 2025.

Baca juga: Eks Bos Bakrieland Pimpin Sentul City, Ini Profilnya

Para pemegang saham Bakrieland Development per akhir September 2025 terdiri atas KPD Simas Equity Fund 2 sebesar 5,35 persen, Interventures Capital Pte Ltd 5,12 persen, dan masyarakat 89,53 persen.

(*)

Pos terkait