Ketika itu, penyumbang pendapatan DMAS dari segmen industri terbesar datang dari penjualan kepada PT Microsoft Operations Indonesia, yakni sebesar Rp810,39 miliar.
Kontributor kedua terbesar adalah dari segmen perumahan, yakni sebesar Rp48,73 miliar atau sekitar 6 persen dari total pendapatan DMAS pada sembilan bulan 2025.
Mirip dengan segmen industri, penjualan perumahan DMAS juga menurun pada sembilan bulan 2025, yakni sekitar 35 persen.
Pada rentang sembilan bulan 2024, pendapatan dari penjualan perumahan DMAS masih sebesar Rp75,36 miliar.
Baca juga: Puradelta Lestari Kantongi Minat Lahan Industri 75 Hektare
Lalu, segmen komponen bunga Rp20,33 miliar, komersial Rp16,49 miliar, sewa Rp12,46 miliar, dan hotel Rp11,73 miliar.
Turunnya pendapatan ikut memengaruhi raihan laba bersih pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas ini.
Per akhir September 2025, laba bersih DMAS turun sekitar 53 persen disandingkan periode yang sama 2024.
Mengutip laporan DMAS, per akhir September 2025, laba bersih DMAS Rp525,14 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 masih di angka Rp1,12 triliun.
Baca juga: Sektor Industri Sumbang 93,7 Persen Terhadap Puradelta Lestari
Jumlah aset DMAS tercatat sebesar Rp6,74 triliun per akhir September 2025, sedangkan per akhir Desember 2024 lebih besar, yakni Rp8,25 triliun.
Sebaliknya, liabilitas DMAS per akhir September 2025 lebih rendah dibandingkan akhir 2024, yakni menjadi Rp406,02 miliar dari semula Rp1,04 triliun.
Begitu juga dengan ekuitas. Per akhir September 2025, ekuitas DMAS senilai Rp6,34 triliun, sedangkan pada akhir 2024 masih di level Rp7,21 triliun.
Untuk periode sembilan bulan 2025, manajemen DMAS mengaku tidak memiliki utang. Dengan posisi fundamental yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian.
Baca juga: Ini Pertimbangan DMAS Pilih Target Presales Konservatif Moderat
Kota Deltamas memiliki luas area pengembangan mencapai sekitar 3.200 hektare.
Pemegang saham DMAS per akhir September 2025 terdiri atas PT Sumber Arusmulia sebesar 57,28 persen, Sojitz Corporation 25,00 persen, dan masyarakat 17,72 persen.
(*)





