Jakarta, landbank.co.id– PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat penurunan pendapatan dari dua segmen usaha utama, yakni penjualan industri dan perumahan per akhir September 2025.
Secara keseluruhan, mengutip laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk, emiten berkode saham DMAS itu membukukan penurunan pendapatan sekitar 54 persen pada Januari-September 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Merujuk laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk, per akhir September 2025, pendapatan kelompok usaha Sinar Mas Land (SML) itu sekitar Rp779,58 miliar.
Sebaliknya, pendapatan DMAS pada rentang Januari-September 2024 masih bertengger di angka Rp1,68 triliun.
Baca juga: Data Center Pelanggan Utama Lahan Industri Puradelta Lestari
Dari total pemasukan DMAS itu terdapat tiga pembeli yang menyumbang melebihi 10 persen dari total pendapatan, yakni PT STT GDC Indonesia sebesar Rp210,79 miliar.
Lalu, PT Templemore Real Estate And Rp173,52 miliar dan PT Kawanishi Warehouse Indonesia sekitar Rp88,50 miliar.
Dari enam segmen sumber pendapatan DMAS per akhir September 2025, yakni industri, perumahan, komersial, komponen bunga, sewa, dan hotel, kontributor terbesar adalah segmen industri.
“Pendapatan usaha dari segmen industri di sembilan bulan pertama tahun 2025 adalah sebesar Rp676 miliar atau sekitar 87 persen dari total pendapatan usaha,” ujar Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 22 November 2025.
Baca juga: Ini Tiga Penyerap Lahan Industri Puradelta Lestari Terkini
Sekalipun masih dominan, pendapatan dari segmen industri terlihat merosot sekitar 56 persen per akhir September 2025.
Maklum, per akhir September 2024 pendapatan dari segmen industri masih bertengger di posisi Rp1,52 triliun.





