Penjualan Lahan Industri Tembus 125 Hektare

Penjualan lahan industri di kawasan Jabodetabek mencapai 125,94 hektare (ha) sepanjang semester pertama 2025/foto: landbank.co.id

Singkatnya, dilansir Colliers Indonesia, meskipun pasar belum kembali ke level tahun lalu, kondisi semester pertama 2025 menandai pemulihan yang nyata dalam aktivitas lahan industri.

 

Bacaan Lainnya

Lebih Fleksibel

Sementara itu, Colliers Indonesia menyatakan bahwa guna meraih kesuksesan di tengah perubahan lingkungan bisnis, pengembang kawasan industri perlu bersikap lebih fleksibel dan visioner.

Langkah itu, dilansir riset Colliers Indonesia, pertama, saat melakukan ekspansi ke wilayah baru seperti Subang dan Purwakarta, penting untuk meningkatkan infrastruktur pendukung serta menonjolkan nilai tambah yang ditawarkan, seperti insentif investasi dan prosedur perizinan yang lebih sederhana.

Kedua, membangun kemitraan strategis dengan industri yang berkembang pesat seperti manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan dan logistik, akan menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Seluas Ini Lahan Kawasan Industri yang Belum Dimanfaatkan

Terakhir, menjaga stabilitas harga sambil tetap responsif terhadap permintaan pasar akan membantu pengembang tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya dan ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, pasokan lahan industri di wilayah Jabodetabek menunjukkan tingkat konsentrasi yang semakin tinggi. Meskipun Bekasi dan Karawang masih menjadi pusat utama aktivitas industri, keterbatasan pasokan mulai mengalihkan minat ke wilayah Serang serta ke arah timur, yaitu Purwakarta dan Subang.

Perubahan ini mengindikasikan bahwa peta pertumbuhan industri ke depan akan meluas dari pusat-pusat tradisional menuju kawasan baru yang menawarkan lahan lebih luas, harga lebih kompetitif, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang.

 

(*)

Pos terkait