Jakarta, landbank.co.id– Penjualan kaveling tanah PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) pada 2025 melambung sekitar 94 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Merujuk laporan keuangan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, pada 2025, emiten berkode saham CSIS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengoleksi penjualan kaveling tanah sebesar Rp63,57 miliar.
Sebaliknya, penjualan kaveling tanah PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk pada 2024 masih bertengger di posisi senilai Rp32,72 miliar.
Saat ini, CSIS memiliki dua proyek kawasan industri yang masing-masing terletak di Sentul, Bogor, Jawa Barat dan di Sukabumi, Jawa Barat.
Baca juga: Segmen Industri Otot Pendapatan Puradelta Lestari
Hingga akhir 2025, kawasan industri CSIS di Sentul memiliki luas 100 hektare, sedangkan yang telah terjual sebanyak 98 persen.
Mengutip materi paparan publik CSIS, harga kaveling tanah di kawasan industri yang terletak sekitar 100 meter dari Tol Jagorawi ini sebesar Rp5,2 juta per meter persegi (m2) pada 2025.
Untuk kawasan industri di Sukabumi, yakni Kawasan Industri Cikembar, memiliki luas 220 hektare.
Kawasan Industri Cikembar memiliki insentif sebagai Kawasan Berikat, yakni Nilai Perolehan Objek Tidak Kena Pajak (NPOP TKP).
Baca juga: Seluas Ini Lahan Kawasan Industri yang Belum Dimanfaatkan
Hingga akhir 2025, lahan di kawasan industri yang terletak sekitar 30 menit dari exit Tol Bocimi ini terjual sebanyak 15 persen, sedangkan harga tanah Rp1,2 juta per m2.
Penjualan kaveling tanah menjadi penyumbang terbesar pendapatan Perseroan pada 2025, yakni sekitar 60 persen terhadap total pendapatan CSIS.





