“Masih ada yang buka cabang baru, kombinasi FB dan lifestyle sehingga ikut membantu tingkat okupansi,” tuturnya.
Ferry menambahkan, ada beberapa merek asing dari Asia yang mulai tertarik untuk membuka gerai (outlet) di Jabodetabek.
Data Colliers Indonesia menyebutkan, peritel yang membuka gerai sepanjang kuartal pertama 2025 antara lain adalah Dickies, yakni segmen fashion and apparel yang hadir di pusat perbelanjaan Ashta di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD), Jakarta Selatan.
Lalu, Yayoi Ken (F&B) di Gandaria City, Jakarta Selatan. Kemudian, Crash Baggage (fashion and apparel) di Plaza Senayan, Jakarta Pusat.
Baca juga: Okupansi Mal di Jakarta Sentuh 73,8 Persen
Sementara itu, peritel yang diperkirakan membuka gerai di Jakarta pada kuartal kedua hingga akhir 2025 antara lain adalah Mil Toast House (F&B) di Gandaria City, Jakarta Selatan.
Lalu, Cow Play Cow Moo (entertainment) di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Selain itu, Hublot (watch and jewelry) di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
(*)