Untuk rencana pengembangan ke depan, jelas manajemen PUDP, Perseroan melalui anak usaha PT Jakarta Internasional Property akan melakukan pembangunan cluster untuk kalangan menengah ke atas di daerah Jakarta Selatan mulai tahun 2026 dengan pembangunan cluster di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Manajemen PUDP menilai, perkembangan dunia properti hingga jelang akhir 2025 masih menghadapi tantangan yang cukup besar akibat ketidak pastian ekonomi saat ini, kenaikan suku bunga yang berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga pinjaman KPR dan inflasi yang tinggi yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan kenaikan harga bahan bangunan yang berpengaruh terhadap kenaikan harga jual properti.
“Namun Perseroan yang memang memiliki core business di bidang properti akan terus berupaya untuk meningkatkan penjualan maupun penyewaan dengan memanfaatkan teknologi platform digital serta menyediakan produk properti yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para calon pembeli/penyewa properti serta memberikan opsi pembayaran yang ringan bagi para pembeli properti Perseroan,” jelas manajemen PUDP.
Di sisi lain, sepanjang tahun 2025, PUDP membukukan rugi Rp3,45 miliar, sedangkan setahun sebelumnya masih mengantongi laba bersih Rp366,79 juga.
Baca juga: Bisnis Hotel Punya Andil dalam Pariwisata Berkelanjutan
Sementara itu, total aset PUDP pada 2025 tercatat sebesar Rp529,25 miliar, sedangkan setahun sebelumnya masih di level Rp532,35 miliar.
Hal serupa terjadi di lini liabilitas. Pada 2024, liabilitas PUDP sebesar Rp15,73 miliar, sedangkan setahun kemudian naik ke angka Rp19,68 miliar.
Sebaliknya, ekuitas PUDP turun, yakni dari Rp516,63 miliar pada 2024, menjadi Rp509,46 miliar tahun 2025.
Para pemegang saham PUDP pada akhir 2025 terdiri atas PT Istana Kuta Ratu Prestige sebesar 44,54 persen, Lenawati Setiadi 22,77 persen, Marianti Pudjiadi 4,11 persen, Kosmian Pudjiadi 4,11 persen, dan Kristian Pudjiadi 4,10 persen.
Baca juga: Ini Faktor yang Membuat Industri Properti Bangkit Pada 2026
Lalu, Gabriel Lukman Pudjiadi sebesar 3,18 persen, Damian Pudjiadi 2,83 persen, Ariyo Tejo 1,34 persen, dan masyarakat 13,02 persen.
(*)





