Pemerintah Incar 27 Juta Lapangan Kerja Ekonomi Kreatif

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) incar pembukaan 27 juta lapangan kerja ekonomi kreatif dalam 5 tahun/kemenekraf

Setelahnya Menekraf Riefky memaparkan mengenai 8 Asta Ekraf yang telah dirancang sebagai turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis (Renstra) Kemenekraf, serta Rindekraf.

Berikut 8 Asta Ekraf yang dipaparkan Menekraf Riefky:

Bacaan Lainnya
  1. EKRAF KAYA – Penguatan ekosistem kekayaan intelektual.
  2. EKRAF DATA – Penguatan data ekonomi kreatif.
  3. PASAR EKRAF – Peningkatan pangsa pasar domestik dan global.
  4. SINERGI EKRAF – Sinergi Hexahelix Ekraf dalam penguatan produk lokal.
  5. TALENTA EKRAF – Penguatan kapabilitas untuk peningkatan pendapatan pegiat ekonomi kreatif.
  6. SENTRA EKRAF – Pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif.
  7. DANA EKRAF – Pengembangan akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi ekonomi kreatif.
  8. EKRAF BIJAK – Penguatan regulasi, kebijakan, dan kelembagaan ekonomi kreatif.

Menekraf Riefky turut menyampaikan adanya masukan dari sejumlah asosiasi untuk menambah subsektor baru yang masih dalam kajian. Selain itu, ada pula masukan untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, dan lembaga keuangan.

Menanggapi paparan Menekraf Riefky, Pimpinan Rapat yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyampaikan dalam kesimpulannya bahwa rapat ini bertujuan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi untuk memperkuat sektor ekraf. Rekomendasi tersebut meliputi pelibatan komunitas dan Gen Z dalam penyusunan Grand Design Ekonomi Kreatif yang harus mencakup kebijakan, sasaran, strategi, target, program, dan tahapan implementasi.

Baca juga: Ada KPR hingga Rp500 Juta bagi Anggota BPJS Ketenagakerjaan

“Selain itu, koordinasi dengan kementerian terkait dan lembaga penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat) diperlukan untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif. DPR juga mendorong peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak serta pengadaan Dana Abadi guna pembiayaan pelatihan pengusaha ekonomi kreatif,” kata Rahayu.

 

(*)

Pos terkait