Jadwal Dividen Interim Tahun 2026 INPP
Manajemen PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia memutuskan untuk membayarkan dividen interim pada September 2026-landbank.id-inpp
Sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan dari segmen komersial tercatat sebesar Rp303,19 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih di angka Rp253,48 miliar.
BACA JUGA:Terapkan Strategi Ini, INPP Berharap Recurring Income Setor 70 Persen
Sepanjang semester pertama 2026, kinerja segmen komersial terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan sebesar 23 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut didukung oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada ketiga 2025, sehingga turut memperkuat porsi pendapatan berkelanjutan (recurring income) Perseroan yang mencapai 71 persen.
Sekalipun pendapatan turun tipis, Paradise Indonesia mampu membalikkan keadaaan dari semula merugi Rp14,65 miliar pada semester pertama 2025, menjadi untung alias mengoleksi laba bersih Rp141,98 miliar.
Raihan laba bersih itu seiring dengan kemampuan Perseroan membukukan laba dari entitas asosiasi sebesar Rp32,36 miliar, dari semula mencatat kerugian Rp6,41 miliar di lini ini.
Khusus untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, INPP juga menampilkan peforma kinclong, yakni dari rugi Rp72,11 miliar menjadi untung Rp56,39 miliar.
BACA JUGA:INPP Anggarkan Capex Rp1 Triliun
Pada 2026, Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan yang konservatif berkisar 5–10 persen, didukung oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center, serta optimalisasi kinerja portofolio aset existing.
Target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang telah ditetapkan manajemen.
“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70 persen sepanjang 2026,” kata Surina, beberapa waktu lalu.
Para pemegang saham Paradise Indonesia per akhir Juni 2026 terdiri atas Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C PT Grahatama Kreasibaru sebesar 36,24 persen, Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C Tree of Blessing Pte Ltd 28,15 persen, dan PT Propertindo Prima Investama 10,00 persen.
Lalu, Elysium Investment Partner Ltd 8,55 persen, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,80 persen, Andi Siswaka Faisal (Komisaris INPP) 0,17 persen, Diana Solaiman (Direktur INPP) 0,11 persen, Karel Patipeilohy (Direktur INPP) 0,01 persen, dan masyarakat 8,97 persen.
BACA JUGA:Anak Usaha INPP Raih Pinjaman dari Bank Woori Saudara