Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial, Lawan Ancaman Inflasi

Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial, Lawan Ancaman Inflasi

Literasi Keuangan Mahasiswa, "Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas."--landbank.id

Prospek Kripto dan Saham 

Senada, Andy Putra menyarankan para mahasiswa untuk segera memulai investasi legal, jangan terjebak judol. Lebih baik tempatkan dana di instrumen legal, mulai dari saham hingga aset kripto. 

Dia menegaskan, prospek investasi kripto masih menjanjikan. Sebagai ilustrasi, harga Bitcoin (BTC) pada 2010 hanya Rp73, sedangkan saat ini sudah Rp1,1 miliar. “Artinya, orang yang masih memegang BTC sejak 2010 pasti dapat jackpot,” ujar dia. 

Apalagi, kata dia, kripto saat ini sudah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2025. Transaksi ini bebas PPN ketika membeli dan hanya dikenakan PPN final saat menjual. 

Dia menyatakan, kripto adalah aset keuangan favorit generasi muda. Berdasarkan survei, 60% investor kripto berusia 18-34 thun.  Anak muda, kat adia, suka kripto karena dinamis, antara lain transaksi bisa 24 jam selama seminggu penuh. Artinya, pasar kripto tidak pernah tidur. Modal kripto juga tidak besar, minimal Rp11 ribu, pas untuk anak muda. 

Ke depan, dia menyatakan, kripto adalah masa depan keuangan dunia. Sebagai contoh, AS sudah mendorong stable coin untuk memperkuat dolar. Kripto juga sudah menjamah bisnis. 

“Sebagai contoh, proyek properti sudah bisa ditokenisasi. Ini membuka jalan investor kripto menjadi semacam pemegang saham proyek,” kata dia. 

Transaksi kripto di Indonesia, kata dia, juga cukup besar. Tahun lalu, nilainya mencapai Rp480 triliun.  

Hari Mantoro menerangkan, investasi harus dilakukan sedini mungkin. Sebab, dana kas akan kena dampak inflasi. Sebaliknya, investasi mempertahankan daya beli, imbal hasil lebih tinggi daripada menabung. 

Dia menyatakan, dampak nyata dari penurunan nilai mata uang ini sangat terasa pada harga barang pokok dan tersier di sekitar kita. Sebagai contoh, pada 1991, sebuah mobil Toyota Kijang Super Chassis dapat dibawa pulang dengan harga Rp 24,5 juta saja. Namun, 34 tahun kemudian, tepatnya pada 2026 ini, harga tipe penerusnya, Innova Zenix, telah melambung hingga Rp 438 juta, mengalami kenaikan fantastis sebesar 17,8 kali lipat.

"Oleh sebab itu, untuk mempertahankan daya beli, generasi diimbau untuk segera beralih dari budaya menabung (saving) ke budaya berinvestasi (investing)," jelas Hari.

Pada titik ini, dia menyatakan, investasi pada emiten berfundamental kuat terbukti mampu menghasilkan imbal hasil besar. Contohnya di saham BBCA dan BREN.

Odang Supriatna menyatakan, SAS ingin mendorong distributor agar naik level menjadi professional. Salah satunya membantu mahasiswa menghadapi masa depan keuangan yang lebih baik.

“Visi kami memberikan inspirasi pada mahasiswa yang ingin menjadi coder/programmer EA & AI Trading, influencer keuangan, day trading professional, dan smart investor,” kata dia. 

Dukungan Korporasi