Aset Summarecon Agung Menggeliat, Tembus Rp35 Triliun
Proyek tersebut mencakup Summarecon Kelapa Gading, Jakarta yang dikembangkan sejak 1975 dengan total area 550 hektare (ha).
Lalu, Summarecon Serpong, Banten. Proyek yang memiliki luas total area 800 ha ini dikembangkan mulai tahun 1993.
Kemudian, pada 2010, SMRA mulai mengembangkan Summarecon Bekasi, Jawa Barat yang menempati total area seluas 263 ha.
Setelah itu, SMRA merambah Bandung, Jawa Barat dengan mengusung proyek Summarecon Bandung. Pengembangan proyek seluas 373 ha ini dimulai pada 2015.
Setahun kemudian, SMRA mulai mengembangkan proyek Summarecon Karawang, Jawa Barat dengan luas area 33 ha.
Memasuki 2018, SMRA mulai menggarap Summarecon Mutiara Makassar, Sulawesi Selatan dengan total area seluas 360 ha.
Baca juga: Summarecon Suntik Anak Usaha Nyaris Rp461 Miliar
Selanjutnya, SMRA mengembangkan Summarecon Bogor, Jawa Barat mulai tahun 2020 dengan luas total area 450 ha.
Masih di Jawa Barat, pada 2022, SMRA menggulirkan Summarecon Crown Gading di atas lahan seluas total 437 ha.
Termutakhir, pada 2024, SMRA menggulirkan Summarecon Tangerang, Banten seluas total 105 ha.
Pemegang saham Summarecon Agung per akhir Juni 2025 terdiri atas PT Semarop Agung sebesar 35,71 persen, Liliawati Raharjo (komisaris SMRA) 5,39 persen, Harto Djojo Nagaria (komisaris SMRA) 0,13 persen, dan masyarakat 58,77 persen.
(*)