Nyaris 44 Ribu Stok Kondominium Menanti Pembeli

Leads Property menyebutkan bahwa hingga akhir 2025, Jakarta memiliki stok kondominium sebanyak 259.900 unit/foto: landbank.co.id

Di sisi lain, pasar kondominium Jakarta dinilai stabil secara kuartalan pada 2025.

Pergerakan positif kecil lebih disebabkan oleh kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta sebesar 0,7 persen dan kawasan premium sebesar 0,5 persen.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, harga jual rata-rata di CBD mencapai Rp58,45 juta per m2, sedangkan kawasan premium tercatat Rp 48,84 juta per m2.

Namun, dalam konteks tahunan, kondisi ini membawa apresiasi harga karena harga pasar mengalami pertumbuhan sebesar 2,0 persen.

“Perlu dicatat, penyelesaian proyek-proyek yang hampir rampung menjadi pendorong utama pertumbuhan harga yang diamati dalam beberapa kuartal terakhir,” dikutip dari riset tersebut.

Baca juga: Peta Kondominium Jakarta dalam Radar Leads Property

Leads Property mengungkap, permintaan kondominium tumbuh secara bertahap sepanjang tahun 2025, meskipun lajunya tetap lambat untuk memicu inisiasi proyek baru.

Terlepas dari insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), hunian vertikal terus menghadapi persaingan ketat dari perumahan tapak di wilayah Jakarta Raya, yang seringkali berada pada titik harga yang kompetitif. Tren ini diperkirakan berlanjut pada kuartal mendatang.

Ke depannya, sambil menyerap unit yang tersisa, beberapa pemilik properti mungkin akan mempertimbangkan untuk menyusun strategi rencana mereka, misalnya dengan memanfaatkan momentum yang sulit ini untuk mendekati operator hotel guna mendapatkan pendapatan berulang. “Secara paralel, mempertahankan harga adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal untuk menarik pembeli,” dilansir riset Leads Property.

Baca juga: Pasar Jakarta Serap 185 Kondominium, Perlu Dicoba Jurus Diskon

(*)

Pos terkait