Jakarta, landbank.co.id– Pengembang properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland membungkus laba bersih Rp412,93 miliar pada 2025.
Mengutip laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk, laba bersih emiten berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini lebih rendah sekitar 12 bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk terlihat bahwa pada 2024 laba bersih MTLA masih bercokol di posisi Rp469,25 miliar.
Di sisi pendapatan, developer yang berdiri sejak tahun 1994 ini mencatat penurunan sekitar 12 pada 2025 bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Baca juga: Penjualan Tahap Dua Ruko Metland Kertajati Digulirkan
Tahun 2025, pendapatan pemilik proyek Metland Cyber Puri ini tercatat di posisi Rp1,78 triliun, sedangkan pada 2024 masih di level Rp2,02 triliun.
Tahun 2025, otot pendapatan Metland masih bertumpu pada penjualan rumah, yakni sekitar Rp604.95 miliar atau setara sekitar 34 persen dari total pendapatan.
Segmen ini mencatat penurunan pendapatan sekitar 52 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang masih di posisi Rp1,25 triliun.
Kontributor kedua terbesar datang dari penjualan rumah toko (ruko), yakni Rp358,76 miliar atau setara sekitar 20 persen dari total pendapatan MTLA.
Baca juga: Aset Metropolitan Land Bertumbuh, Sentuh Rp7,60 Triliun
Penyumbang lainnya datang dari berbagai segmen antara lain penjualan kavling tanah Rp248,35 miliar, pendapatan sewa ruangan Rp239,71 miliar, dan pendapatan dari bisnis hotel sekitar Rp146,79 miliar.
Dampak PPN DTP
Sementara itu, manajemen Metland pernah mengatakan bahwa penjualan rumah Perseroan pada 2025 dipengaruhi oleh hadirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
“Pada 2024 sekitar 51 persen penjualan residential project kami ditopang oelh kebijakan PPN DTP, tahun 2025 sampai dengan September 2025 sekitar 53 persen, sehingga menurut kami konsisten naik meskipun kenaikannya tidak terlalu besar tetapi penggunaan PPN DTP
Baca juga: Metland Punya Tiga Peluru Baru
tersebut masih majority karena memang secara target market kebanyakan project-project Metland ini rata-rata memang masuk ke dalam harga yang yang sesuai dengan ketentuan PPN DTP yaitu sampai dengan Rp5 miliar, walaupun kami masih ada project-project yang di atas Rp5 miliar tapi itu merupakan sebagian kecil dari pada portofolio Metland,” kata Olivia Surodjo, direktur PT Metropolitan Land Tbk dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.





