Lunasi Sukuk, DILD Targetkan Utang Turun Jadi Rp3,5 Triliun

Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) membidik penurunan jumlah utang menjadi Rp3,5 triliun pada akhir 2025/foto: intiland

Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata DILD dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta menjaga tata kelola keuangan yang sehat.

Perseroan berkomitmen untuk selalu mengedepankan praktik tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel. Dengan fondasi keuangan yang sehat, Perseroan optimistis mampu bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan menargetkan jumlah utang akan turun menjadi Rp3,5 triliun pada akhir 2025.

Bacaan Lainnya

Perseroan mencermati bahwa prospek industri properti ke depan masih cukup menantang.

Intiland cenderung menempuh langkah konservatif dan lebih berhati-hati dalam pengembangan proyek baru, namun tetap mencermati setiap peluang untuk meningkatkan kinerja usaha.

Dari sisi fundamental keuangan, Perseroan berhasil mencatatkan pencapaian positif melalui penerapan strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir.

Langkah ini menjadi prioritas penting untuk menurunkan beban utang dan bunga, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Baca juga: Selain Gas Pendapatan, Intiland Juga Rajin Pangkas Utang

Archied menegaskan, penurunan jumlah utang dan beban bunga mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga stabilitas finansial.

Efisiensi pembiayaan dilakukan melalui pelunasan, pengurangan, dan refinancing pinjaman berbunga tinggi, serta divestasi aset non-core.

Sementara itu, jumlah aset Intiland Development per akhir Juni 2025 menyentuh sebesar Rp13,52 triliun, sedangkan per akhir Desember 2024 sekitar Rp13,70 triliun.

Liabilitas DILD turun dari Rp6,95 triliun per akhir 2024 menjadi Rp6,75 triliun pada semester pertama 2025.

Baca juga: Intiland Siapkan Rp250 Miliar buat Bayar Surat Utang

Sebaliknya, ekuitas DILD bertumbuh menjadi Rp6,77 triliun per akhir Juni 2025, sedangkan akhir 2024 senilai Rp6,74 triliun.

(*)

Pos terkait