Jakarta, landbank.co.id– Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) tahun 2025 melibatkan 8.113 pengembang properti.
Mereka membangun sebanyak 278.868 rumah subsidi yang mendapat kucuran KPR FLPP senilai Rp34,6 triliun dan tersebar di 13.249 perumahan.
Bila disandingkan dengan realisasi KPR FLPP tahun 2024, jumlah pengembang properti yang terlibat pada 2025 naik sekitar 10 persen mengingat setahun sebelumnya melibatkan 7.360 developer.
Jumlah perumahan yang dikembangkan pun meningkat, yakni dari 11.479 menjadi 13.249 alias tumbuh sekitar 15 persen.
Baca juga: BTN Kuasai 70,23 Persen KPR FLPP 2025
Dari 13.249 perumahan subsidi yang tersebar di 401 kabupaten dan kota terdapat lima perumahan dengan tingkat penyerapan KPR FLPP paling tinggi.
Perumahan yang paling banyak menyerap KPR FLPP adalah Pesona Kahuripan 10 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan tingkat penyerapan 1.269 rumah subsidi. (daftar lengkap di halaman 2)
Nilai KPR FLPP perumahan yang dikembangkan oleh PT Himah Alam Sentosa itu setara dengan sekitar Rp170,35 miliar.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pada 2025, seluruh KPR FLPP di Perumahan Pesona Kahuripan 10 melibatkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Baca juga: Pekerja Swasta Serap 73,80 Persen Realisasi KPR FLPP 2025
BTN membiayai sekitar 59 KPR FLPP berskema konvensional di Perumahan tersebut, sedangkan skema syariah sebanyak 41 persen.
PT Hikmah Alam Sentosa yang merupakan anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) itu secara keseluruhan tahun 2025 menyerap 2.275 rumah subsidi senilai Rp305,28 miliar yang tersebar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.





