Laba Melejit 40 Persen, FMII Beberkan Sejumlah Strategi

PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) membukukan peningkatan laba bersih pada 2025 dibandingkan dengan raihan setahun sebelumnya/foto: capture fmii

Strategi lainnya adalah mengembangkan properti yang eco-friendly dalam rangka menciptakan keseimbangan dengan lingkungan.

Selain itu, mengoptimalkan sumber daya keuangan dalam rangka menunjang ekspansi usaha melalui kombinasi yang proporsional dan prudent atas pembiayaan internal, pendanaan perbankan maupun pasar modal.

Bacaan Lainnya

“Untuk itu Perseroan telah menetapkan rencana jangka panjang, yang antara lain tetap berfokus pada usaha real estat dan properti, terutama pada pengembangan pembangunan pergudangan dan perumahan,” kata manajemen FMII.

Terkait prospek usaha tahun 2026, manajemen FMII menyatakan bahwa berdasarkan analisis data makroekonomi dan fundamental perusahaan, outlook untuk tahun 2026 mencakup fase akselerasi, puncak penjualan, dan keseimbangan baru.

Baca juga: PPN DTP Properti 100 Persen Diperpanjang hingga 2027, Begini Alasan Purbaya

Untuk fase akselerasi, tahun 2026 diprediksi menjadi fase percepatan pemulihan sektor properti. Kombinasi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang lebih rendah (hasil transmisi kebijakan BI 2025) dan batas akhir insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) akan mendorong lonjakan permintaan.

“Kami memperkirakan paruh kedua 2026 akan mencatat rekor penjualan tertinggi dalam siklus ini, didorong oleh perilaku konsumen yang ingin mengamankan pembelian sebelum insentif pajak berakhir pada 31 Desember 2026,” urai manajemen FMII.

Untuk fase keseimbangan baru, jelas manajemen FMII, sektor perkantoran dan apartemen sewa akan mencapai titik keseimbangan baru, dengan tingkat hunian yang membaik secara perlahan.

Manajemen FMII menyimpulkan, sektor properti Indonesia menutup tahun 2025 dengan fundamental yang kokoh dan memasuki tahun 2026 dengan optimisme yang beralasan.

Baca juga: Penjualan Tanah dan Bangunan FMII Melambung

“Dukungan penuh dari kebijakan moneter (suku bunga rendah 4,75 persen) dan fiskal (PPN DTP 100 persen hingga 2026) menciptakan lingkungan yang sangat kondusif bagi pertumbuhan,” urai manajemen FMII.

Per akhir Desember 2025, para pemegang saham FMII terdiri atas PT Surya Mega Investindo sebanyak 46,67 persen, Tjandra Mindharta Gozali 20,60 persen, Teddy Gunawan 20,60 persen, dan masyarakat 12,13 persen.

 

(*)

Pos terkait