Laba Bersih Jakarta Setiabudi Internasional Melejit

Pendapatan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) tercatat meningkat sekitar 15 persen pada rentang Januari-Juni 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024./foto: hyatt.com

Hal serupa terjadi di lini ekuitas. Bila akhir 2024 sebesar Rp2,92 triliun, pada semester pertama 2025 menjadi Rp2,97 triliun.

 

Bacaan Lainnya

Bisnis Hotel

Sepanjang semester pertama 2025, bisnis hotel JSPT mendulang pendapatan Rp889,04 miliar sekaligus penyumbang utama pendapatan Perseroan, yakni sekitar 79 persen.

Bila dibandingkan dengan raihan paruh pertama 2024 yang sekitar Rp814,95 miliar, torehan per akhir Juni 2025 naik sekitar 9 persen.

Pada semester pertama 2024, kontribusi bisnis hotel menyumbang sekitar 76 persen terhadap total pendapatan JSPT.

Baca juga: Jakarta Setiabudi Internasional Gandakan Penjualan Real Estat

Untuk bisnis hotel, mengutip data Perseroan, JSPT memiliki 11 unit properti yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Ke-11 hotel yang dimiliki Jakarta Setiabudi Internasional itu memiliki kapasitas 2.676 kamar.

Mengutip data Perseroan, hotel milik JSPT itu mencakup Hyatt Regency Bali (363 kamar), Grand Hyatt Bali (636 kamar), Andaz Bali (149 kamar), dan Mercure Resort Sanur (189 kamar).

Lalu, Pop Hotel Malioboro Yogyakarta (103 kamar),  Hyatt Regency Yogyakarta (269 kamar), Mercure Convention Center (438 kamar), dan Ibis Budget Jakarta Cikini (150 kamar).

Selain itu, Ibis Budget Jakarta Menteng (135 kamar), Pop Hotel Kemang Jakarta (110 kamar), dan Pop Hotel Pemuda Semarang (134 kamar).

Selain bisnis hotel, JSPT juga memiliki sejumlah proyek real estat. Pada 2024, proyek real estat JSPT mencakup Puri Botanical, Jakarta yang berdiri di atas lahan seluas 135 hektare (ha).

Baca juga: Real Estat Jakarta Setiabudi Internasional Berkibar

Proyek residensial yang mengusung konsep living inspired by nature di Jakarta Barat ini selain diisi rumah tapak dua lantai, kelak juga dilengkapi lifestyle retail.

Fasilitas lifestyle retail di atas lahan seluas 2,5 ha itu mengusung konsep sports and entertainment yang dinilai akan menjadi destinasi utama bagi gaya hidup modern dan aktif.

JSPT juga punya Hyarta Ecovillage di Yogyakarta yang mencakup 120 rumah dan 9 ruko di atas lahan seluas 5 hektare.

Pemegang saham Jakarta Setiabudi Internasional per akhir Juni 2025 terdiri atas PT Jan Darmadi Investindo (JDI) sebesar 51,00 persen, dan Stiber Investments S.a.r.l 16,19 persen.

Selain itu, Suzanna Tanojo 14,37 persen, JPMCB NA RE-JPMCB Singapore 9,21 persen, Anton Goenawan 0,00 persen, Bram Van Hoof 0,00 persen, dan masyarakat 9,23 persen.

 

(*)

Pos terkait