Sebagai lanjutan dari akuisisi MMP, pada Desember 2025, ASII melalui SIA, mengakuisisi tambahan 7,76 persen saham MMP dari kepentingan nonpengendali sebesar Rp311 miliar.
Transaksi ini menyebabkan total kepemilikian ASII di MMP naik dari 83,67 persen menjadi 91,43 persen.
“Tujuan kedua transaksi ini adalah untuk mengembangkan bisnis dan investasi ASII di bidang properti,” dilansir laporan keuangan ASII.
Hingga akhir 2025, entitas anak langsung dan tidak langsung di bisnis properti milik ASII mencakup PT Menara Astra, PT Mega Manunggal Property Tbk, PT Samadista Karya, dan PT Brahmayasa Bahtera.
Baca juga: Kebijakan Akuisisi Membuat Laba Bersih Properti Astra Solid
Saat ini, bisnis properti merupakan satu dari tujuh pilar bisnis ASII. Otot ASII datang dari otomotif dan mobilitas yang pada 2025 menyetor laba bersih Rp11,37 triliun alias setara sekitar 35 persen dari total laba bersih.
Lalu, penyumbang laba bersih kedua terbesar alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi senilai Rp9,10 triliun.
Di urutan ketiga terbesar penyumbang laba bersih terbesar tahun 2025 adalah bisnis jasa keuangan, yakni Rp8,95 triliun.
Bisnis infrastruktur menempati keempat terbesar dengan raihan laba bersih Rp1,26 triliun, sedangkan di belakangnya adalah pilar agribisnis Rp1,17 triliun.
Baca juga: Bisnis Pergudangan Modern di Jabodetabek Cukup Kuat
Penyumbang laba bersih keenam terbesar dari bisnis properti, yaitu Rp719 miiar, sedangkan di posisi penutup adalah dari pilar teknologi informasi senilai Rp208 miliar.
Pada 2025, laba bersih mengalami penurunan dari Rp33,90 triliun menjadi Rp32,78 triliun, terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis ASII tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.
“Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik,” ujar Djony Bunarto Tjondro.
Dia menambahkan, Astra International akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Baca juga: Di Tengah Tahun Politik, Bisnis Properti Astra Raup Laba Bersih
(*)





