Penjualan ACES Tembus Rp6,9 Triliun, Laba Bersih Naik 25,7 Persen

Penjualan ACES Tembus Rp6,9 Triliun, Laba Bersih Naik 25,7 Persen

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) membukukan penjualan Rp6,9 triliun hingga September 2026, tumbuh 8,3 persen, dengan laba naik 25,7 persen.--PT Aspirasi Hidup Indonesia

BACA JUGA:ACES Bakal Tambah Toko NEKA

Selain memperluas jaringan gerai, Perseroan juga melanjutkan program peremajaan atau rejuvenasi terhadap toko-toko AZKO eksisting guna meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja.

Hingga akhir September 2026, realisasi belanja modal atau Capital Expenditure (CapEx) Perseroan mencapai Rp144,8 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 32-36 persen dari total anggaran CapEx tahun 2026.

Belanja modal tersebut dialokasikan untuk mendukung ekspansi jaringan toko dan pembaruan konsep gerai guna meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman berbelanja pelanggan.

Di tengah perkembangan bisnis dan ekspansi jaringan, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. juga terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

BACA JUGA:Berbekal 245 Toko, ACES Raup Pendapatan Rp8,58 Triliun

Upaya tersebut tercermin dari peningkatan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Perseroan pada 2026 menjadi 95,76, dibandingkan pencapaian sebelumnya sebesar 85,85.

Peningkatan skor tersebut turut mengerek predikat Perseroan dari kategori "Good" menjadi "Very Good".

Selain itu, Perseroan meraih penghargaan Best Responsibility of the Board kategori Mid Cap dalam ajang The 17th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award 2026.

Perseroan juga menjadi satu-satunya emiten sektor ritel yang menerima penghargaan dalam ajang tersebut.

BACA JUGA:Tak Hanya Rajin Buka Toko, ACES Juga Getol Tebar Dividen Tunai

Penghargaan tersebut mencerminkan upaya Perseroan dalam memperkuat peran dan tanggung jawab Direksi serta Dewan Komisaris, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mengarahkan pengelolaan perusahaan.

“Bagi kami, tata kelola perusahaan yang baik bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan fondasi untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Seiring dengan pertumbuhan dan meningkatnya kompleksitas bisnis, penerapan tata kelola yang kuat membantu Perseroan memastikan setiap keputusan strategis mempertimbangkan risiko dan kepentingan jangka panjang. Oleh karena itu, pencapaian ACGS dan penghargaan dari IICD menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat penerapan praktik tata kelola yang berkualitas,” tambah Gregory.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Perseroan mengintegrasikan prinsip tata kelola perusahaan ke dalam Sustainability Ambition 2030 yang mencakup empat pilar utama, yakni People, Environment, Business, dan Good Corporate Governance (GCG).

Penerapan tata kelola yang kuat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai inisiatif pada keempat pilar tersebut secara terarah dan konsisten. Selain itu, aspek keberlanjutan juga terus diintegrasikan ke dalam strategi serta pengembangan bisnis Perseroan.