Agung Podomoro Land Catat Lonjakan Penjualan Perkantoran
Dia menerangkan, perusahaan dengan bisnis yang terkait langsung dengan dunia perdagangan internasional, akan mengkaji ulang struktur perusahaan, termasuk kebutuhan ruang kantor di masa yang akan datang.
“Diharapkan pemerintah dapat memfasilitasi kerja sama dan perjanjian dagang baru, untuk menarik minat investor asing berekspansi ke Indonesia, dan selanjutnya akan mendorong permintaan ruang kantor jangka Panjang,” tutur Ferry Salanto.
Di sisi lain, tambah dia, kebijakan pemerintah terhadap efisiensi budget bisa jadi akan mempengaruhi sektor swasta.
“Apabila ini terjadi, tentunya akan mempengaruhi tingkat permintaan ruang kantor pada masa mendatang,” katanya.
Ferry menuturkan, sinyal positif permintaan ruang perkantoran di Jakarta terekam pada kuartal pertama 2025, terutama di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD).
Rerata tingkat hunian di CBD tercatat 74,5 persen, tumbuh moderat dibandingkan kuartal keempat 2024.
Baca juga: Penjualan Rumah APLN Naik 8 Persen
“Di luar CBD, tingkat hunian sekitar 71 persen, relative stabil dibandingkan kuartal keempat 2024,” jelas dia.
Dalam catatan Colliers Indonesia, hingga kuartal pertama 2025, belum ada pasokan baru ruang perkantoran di Jakarta, sekalipun demikian hingga akhir 2025 diprediksi terdapat 160 ribu ruang perkantoran baru.
Hingga kuartal pertama 2025, total pasokan ruang perkantoran di Jakarta seluas 11,2 juta meter persegi.
(*)