Jual Lahan ke Grup Genting, Sentul City Raih Rp1,6 Triliun

Pemilik kota mandiri (township) Sentul City, Bogor, Jawa Barat PT Sentul City Tbk (BKSL) meraih sekitar Rp1,6 triliun dari penjualan lahan kepada Grup Genting/foto: sentulcity.co.id

“Dengan selesainya kewajiban masa lalu dan likuiditas yang terjaga, kami kini fokus memperkuat posisi Sentul City sebagai destinasi hunian yang andal, dengan transit oriented development (TOD), sekaligus sebagai investasi utama,” ujar Hiramsyah S Thaib.

 

Bacaan Lainnya

Kenyamanan Prioritas

Sementara itu, BKSL menegaskan komitmennya dalam menjaga kenyamanan dan keamanan warga sebagai prioritas utama di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Perseroan memastikan operasional di kawasan mandiri Sentul City tetap berjalan normal setelah berhasil menangani secara cepat limpasan air parsial yang sempat terjadi di akses menuju Kawasan Spring City, Rabu 11 Februari 2026.

Baca juga: Aset Sentul City Menggeliat

Tidak lama setelah kejadian limpasan air tersebut, melalui tim reaksi cepat, jalur terdampak di Kawasan Spring City telah dibersihkan dan kembali normal sejak pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, Rabu 11 Februari 2026

Perseroan juga telah melakukan tinjauan lapangan bersama perwakilan Pemerintah KabupatenBogor, termasuk Camat Babakan Madang, Kepala DPMPTSP, Kepala DPTR, & Kementerian PU, guna memastikanseluruh infrastruktur berfungsi dengan optimal.

Sebagai langkah proaktif, tim teknis Perseroan kini melakukan audit intensif terhadap seluruh sistem drainase kawasan.

Perseroan berkomitmen penuh untuk melakukan penyempurnaan infrastruktur di titik-titik yang kurang optimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Selain infrastrukturfisik, program penghijauan kolaboratif dengan mitra strategis terus digalakkan guna memperkuat ekosistem lingkungan kawasan.

Baca juga: Eks Bos Bakrieland Pimpin Sentul City, Ini Profilnya

Kapasitas Perseroan dalam melakukan langkah-langkah mitigasi jangka panjang dan percepatan pembangunan infrastruktur ini didukung penuh oleh kondisi keuangan yang kian solid.

Sejalan dengan upaya untuk menjaga keandalan operasional dan penguatan infrastruktur di lapangan, Perseroan juga mencatatkan milestone penting melalui percepatan pelunasan sisa kewajiban Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Langkah strategis ini memastikan BKSL melangkah ke fase pertumbuhan baru dengan struktur keuangan yang lebih kuat, sehingga Perseroan memiliki fleksibilitas penuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

(*)

Pos terkait