Jelang Imlek 2026, Indonesia Negara Paling Inklusif

Jakarta bakal punya 93 titik lampion-lampion yang akan dinyalakan dengan puncak acara Imlek, Sabtu 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng/foto: kemen ekraf

Jakarta, landbank.co.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menyampaikan, Indonesia merupakan negara paling inklusif di tengah keberagaman agama.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri bakti sosial sekaligus pemberian donasi kepada ribuan warga glodok, Jakarta Barat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang digagas bersama perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 ini sebagai bentuk kepedulian jelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Februari 2026.

Baca juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Akhir Pekan di Jakarta

“Setelah natal, sekarang kita menuju Imlek dan lanjut merayakan Ramadan di bulan yang sama. Tahun ini menjadi waktu yang monumental, yang mana kita tetap satu untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia adalah negara paling inklusif. Apalagi tema imlek tahun 2026 adalah Harmoni Imlek Nusantara,” ucap Wamen Ekraf Irene, Sabtu 7 Februari 2026.

Dia menambahkan, semangat kebersamaan akan tercermin dalam rangkaian perayaan Imlek Nasional di Jakarta.

Melalui bakti sosial ini juga, ia berharap mampu  mempererat persatuan, serta menumbuhkan lebih banyak kebajikan di tengah masyarakat.

“Jakarta bakal punya 93 titik lampion-lampion yang akan dinyalakan dengan puncak acara Imlek tanggal 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng. Mari kita bersama menerangi dunia mulai dari sekarang dan ke depan karena keadaan dunia sangat membutuhkan lilin-lilin kecil seperti acara baksos yang menunjukkan kekuatan Indonesia,” tutur Wamen Ekraf Irene.

Sejalan dengan tema imlek nasional, baksos kali ini mengambil tema Harmoni dalam Pelayanan, Gemilang dalam Kebersamaan.

Baca juga: Hore! Harga Tiket Pesawat Turun 10 % Selama Natal dan Tahun Baru

Selain itu, kegiatan bakti sosial juga menekankan pentingnya persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Kami ingin menjahit kerukunan antar umat beragama dan perbedaan suku sehingga menjadi kesatuan harmoni untuk Indonesia. Kami juga ingin menunjukkan bahwa religi dan budaya bisa menyatukan bukan memecah belah. Serving to grow, excelling together!,” ungkap District Governor Lion Club District 307 A1, Hastuti Boediwibowo Kresna.

Pos terkait