Lalu, investor lainnya adalah Brookfield India Real Estate Trust yang mengguyur pasar perkantoran India sebesar US$1,50 miliar.
Kemudian, Kakao Bank menggulirkan investasi hingga US1,38 miliar untuk merangsek pasar perkantoran di Korea.
Di sudut lain, Keppel REIT mengguyur pasar perkantoran Singapura senilai US$1,13 miliar pada 2025
Masih di Singapura, IOI Group merogoh kantong sekitar US$1,06 miliar.
Di India, Brookfield Asset Management menggelontorkan investasi US$1,00 miliar untuk merangsek sektor perkantoran.
Baca juga: Investasi Real Estat Komersial Asia Pasifik Sentuh Rp582 Triliun
Di Hong Kong, Alibaba & Ant Group merogoh kocek US$927 juta untuk mengguyur sektor perkantoran di negara itu.
Selain itu, KKR mengguyur pasar Jepang dengan nilai investasi sekitar US$882 juta pada 2025 atau setara sekitar Rp14,99 triliun.
Modal Domestik
Sementara itu, Laporan Wawasan Investasi Asia Pasifik Maret 2026 terbaru dari Colliers menemukan bahwa total volume investasi real estat di sembilan pasar utama Asia Pasifik mencapai US$162 miliar pada 2025.
Hal itu menandai peningkatan 8 persen dari tahun ke tahun, dengan momentum yang meningkat pada paruh kedua 2025 karena pembeli dan penjual semakin mendekati ekspektasi harga.
Baca juga: Begini Tingkat Hunian Gedung Perkantoran di Jalur MRT Jakarta
Pemulihan ini didukung oleh arus modal domestik yang lebih kuat, yang terus menjadi jangkar aktivitas investasi di sebagian besar pasar, sementara partisipasi lintas batas tetap tangguh di lokasi-lokasi utama termasuk Hong Kong, Singapura, dan India.
“Kita melihat pergeseran dari kehati-hatian ke keyakinan,” kata Theo Novak.
Dia menambahkan, investor memprioritaskan kejelasan, kualitas, dan pasar dengan kedalaman modal.
“Dengan modal domestik yang menyediakan fondasi yang stabil dan minat lintas batas yang mulai kembali aktif, kawasan ini memasuki fase pemulihan yang lebih terukur, disiplin, dan semakin luas,” ujar Theo Novak.
Di sisi lain, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura bersama-sama memimpin volume investasi di sembilan pasar utama Asia Pasifik pada 2025, menyoroti kedalaman dan ketahanan pasar inti ini.
Baca juga: Realisasi Investasi Sektor Properti Sentuh Rp681,7 Triliun
Singapura dan India mencatat pertumbuhan tahunan terkuat, masing-masing sebesar 35 persen dan 29 persen, yang mencerminkan membaiknya fundamental pasar dan perluasan peluang investasi.
(*)





