Jakarta, landbank.co.id– Manajemen PT Liberta Hotel International menilai bahwa pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta terus menunjukkan tren positif, khususnya di kawasan Jalan Malioboro yang menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi kreatif.
Dinamika budaya, seni, serta daya tarik sejarah menjadikan kawasan Malioboro sebagai magnet utama wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menjawab peningkatan kebutuhan akomodasi di jantung kota, Liberta Malioboro yang berada di bawah pengelolaan Liberta Hotel International resmi menambah kapasitas kamar pada awal 2026.
Baca juga: Operator Hotel Dukung Produk UMKM Lokal
Setelah sebelumnya beroperasi melalui Liberta Malioboro South dengan 29 kamar, kini hadir Liberta Malioboro North dengan tambahan 71 kamar, sehingga total kapasitas mencapai 100 kamar.
Ekspansi ini bukan sekadar penambahan unit, melainkan bagian dari penguatan positioning Liberta sebagai urban stay yang efisien, nyaman, dan relevan dengan karakter wisatawan modern.
Hotel ini menyasar wisatawan keluarga, solo traveler, hingga pelaku perjalanan bisnis yang membutuhkan akomodasi strategis dengan akses mudah ke pusat kota.
Baca juga: Bisnis Hotel Punya Andil Dorong Ekonomi Kreatif
“Ekspansi ini merupakan respons terhadap meningkatnya mobilitas wisatawan di kawasan Malioboro. Kami melihat kebutuhan akan akomodasi yang praktis, strategis, namun tetap menghadirkan kenyamanan dan rasa aman sebagai prioritas utama,” ujar Farrell Constantine, marketing communication lead PT Liberta Hotel International, dikutip Rabu 4 Maret 2026.
Lebih dari sekadar tempat menginap, Liberta Malioboro juga mengusung pendekatan berbasis nilai lokal. Sebagai bagian dari pengalaman tamu, hotel ini bekerja sama dengan pelaku UMKM produsen pangan tradisional Yogyakarta, termasuk penyedia bakpia dan kudapan khas daerah, yang disajikan sebagai sambutan bagi tamu yang melakukan check-in.





