Anyam Sulam Payakumbuh Didorong Kembali Bangkit

Anyam Sulam Payakumbuh Didorong Kembali Bangkit

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong pemulihan ekonomi kreatif pascabencana di Sumatera Barat, khususnya Kota Payakumbuh-landbank.id-kementerian ekraf

Program Kriyasi Anyam Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kriya yang terdampak bencana. 

Pendampingan dilakukan melalui pengembangan desain, peningkatan keterampilan produksi, serta pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar.

BACA JUGA:Membaca Arah Pasar Kripto September

Workshop ini diikuti 50 peserta, terdiri atas 25 perajin kriya anyam dan 25 perajin kriya sulam. Peserta mendapatkan pemaparan dan praktik langsung dari Rumpun Consulting untuk produk sulam serta Balai Besar Kerajinan dan Batik untuk produk anyam.

Melalui pelatihan ini, para perajin diharapkan dapat merevitalisasi material dan pengetahuan kerajinan melalui pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya cara berpikir desain, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah pada hasil karya. Semua itu diharapkan berujung pada peningkatan perekonomian yang lebih baik.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para pelaku kriya. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu dan pendampingan, tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi serta mengembangkan produk anyaman agar memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik. Semoga melalui kegiatan ini, produk kriya lokal dapat semakin maju dan memiliki peluang yang lebih besar untuk dikenal hingga ke pasar yang lebih luas,” ujar Peserta Program Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Anyam dan Sulam, Maipanis.

Sementara itu, bencana alam menimpa Sumatera, termasuk Sumatera Barat sepanjang 25 November 2025 hingga 8 Desember 2025. 

BACA JUGA:GSIH BSD City, Simpul Pengembangan Ekosistem Digital

Di Sumatera Barat, bencana banjir dan longsor merenggut sebanyak 264 jiwa dan menyebabkan 401 orang luka-luka.

Mengutip laman Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, bencana itu juga menyebabkan lebih dari 10 ribu rumah rusak dan ratusan fasilitas umum rusak.

 

(*)