Jakarta, landbank.co.id– Emiten properti PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,73 triliun per akhir 2025.
Mengutip laporan keuangan PT Duta Pertiwi Tbk, pendapatan usaha tahun 2025 itu lebih rendah sekitar 38 persen bila disandingkan dengan 2024.
Maklum, pada 2024, pendapatan usaha PT Duta Pertiwi Tbk yang mengusung kode saham DUTI ini masih bertengger di level Rp4,42 triliun.
Perusahaan yang didirikan pada 1972 ini punya lima segmen pendapatan. Segmen terbesar adalah penjualan tanah, rumah tinggal, dan rumah toko (ruko).
Baca juga: Rumah dan Ruko Mendominasi Pendapatan Duta Pertiwi
Pada 2025, segmen tanah, rumah tinggal, dan ruko menyetor Rp1,58 triliun atau setara dengan sekitar 58 persen dari total pendapatan DUTI.
Segmen ini mencatat penurunan penjualan sekitar 46 persen pada 2025 bila disandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp2,90 triliun.
Sumber pendapatan terbesar kedua adalah dari lini usaha sewa, yakni Rp655,61 miliar atau setara sekitar 24 dari total pendapatan DUTI pada 2025.
Pundi-pundi DUTI juga menerima pemasukan dari segmen tanah dan bangunan strata title Rp335,57 miliar, bisnis hotel Rp23,78 miliar, serta pendapatan lain-lain Rp141,51 miliar.
Baca juga: Ini Peluru Utama DUTI yang Memberi Rp2,89 Triliun
Di sisi lain, pada 2025, seiring penurunan pendapatan, laba bersih kelompok usaha Sinar Mas Land (SML) ini juga terlihat membukukan penurunan.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba bersih DUTI terlihat merosot sekitar 50 persen bila disandingkan dengan tahun 2024.





