Gapki juga mencatat bahwa hingga Agustus 2025, produksi CPO dan palm kernel oil (PKO) mencapai 39,03 juta ton, tumbuh 13,08 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 34,52 juta ton.
Sementara itu, nilai ekspor produk sawit Indonesia melonjak 42,88 persen secara tahunan (YoY), dari US$17,347 miliar pada Januari–Agustus 2024 menjadi US$24,785 miliar pada periode yang sama 2025.
Untuk komoditas CPO murni, ekspor naik sekitar 3 persen, dari 2,14 juta ton menjadi 2,21 juta ton hingga akhir Agustus 2025.
Dengan tren positif tersebut, PT Bumi Makmur Anugerahagung berkomitmen terus meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlanjutan dalam rantai pasok.
“Keberhasilan di bisnis CPO bukan hanya soal volume penjualan, tapi juga soal konsistensi dalam menjaga mutu dan hubungan jangka panjang dengan konsumen,” pungkas Cheny Canliarta, Direktur PT Bumi Makmur Anugerahagung.
(*)





