BNI Gandeng 816 Pengembang, KPR FLPP Turun 12 Persen

Realisasi penyaluran KPR FLPP semester pertama 2025 BNI tersebar di 1.051 perumahan yang ada di 211 kabupaten dan kota dari 28 provinsi/foto: landbank.co.id

KPR subsidi BNI itu mencakup skema KPR FLPP dan KPR Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Target KPR subsidi BNI tahun 2025 mencapai sebanyak 10.750 rumah atau naik dari 10.021 unit pada 2024.

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan BNI guna mendukung program prioritas pemerintah, yakni Program Tiga Juta Rumah, yang bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

”Kontribusi BNI dalam mendukung program prioritas pemerintah juga dilakukan melalui program FLPP yang diharapkan dapat mengatasi masalah backlog perumahan di Indonesia,” kata Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies di Jakarta, beberapa waktu lalu.

BNI menargetkan KPR bersubsidi naik menjadi Rp1,8 triliun pada 2025 dibandingkan Rp1,6 triliun tahun lalu.

Baca juga: BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP 2025

Program KPR bersubsidi FLPP BNI memudahkan masyarakat untuk memperoleh hunian pertama.

Secara nasional, kata Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, kuota FLPP tahun 2025 mencapai sebanyak 350 ribu unit.

“Tahun ini untuk pertama kali dalam sejarah meningkat luar biasa menjadi 350 ribu kuota. Ini bentuk komitmen kuat mendukung Program Tiga Juta Rumah dari Presiden dan Menteri PKP,” kata Heru, belum lama ini.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan, dengan bertambahnya kuota FLPP akan menggerakkan banyak sektor ekonomi yang lain.

“Dengan kebijakan dari Bank Indonesia, kita bisa menaikkan jadi 350 ribu tahun ini. Satu rumah subsidi itu yang kerja minimal lima orang. Berarti kalau 5 x 350 ribu, sudah ada yang bekerja itu, sekitar 1.650.000 orang. Belum industri yang terkait lainnya lebih banyak lagi,” tutur Menteri PKP di Jakarta, baru-baru ini.

 

(*)

Pos terkait