Begini Raihan Kuartal Ketiga 2025 Bumi Serpong Damai

Penjualan rumah atau tanah dan bangunan menjadi otot pendapatan PT Bumi Serpong Damai Tbk sepanjang kuartal ketiga 2025/foto: landbank.co.id

Strategisnya peran properti residensial terpotret dalam marketing sales (prapenjualan) Januari-September 2025 milik emiten properti pemilik kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten itu.

Dari sebesar Rp7,10 triliun prapenjualan sepanjang Januari-September 2025 milik anak usaha Sinar Mas Land (SML) itu kontribusi properti residensial menyentuh 44 persen.

Bacaan Lainnya

Angka Rp7,10 triliun itu setara dengan 71 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp10 triliun.

Menurut Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya, pihaknya mencatat pertumbuhan prapenjualan sekitar 4 persen sepanjang Januari-September 2025.

Baca juga: BSDE Perkuat Modal Kerja Rp4,35 Triliun

“Pencapaian hingga Kuartal III – 2025 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,84 triliun. Hal ini mencerminkan adanya permintaan yang tetap terjaga di pasar properti,” kata Hermawan dalam publikasi tertulisnya dikutip Selasa, Rabu, 29 Oktober 2025.

Kontributor utama prapenjualan BSDE bersumber dari segmen residensial dan komersial.

Segmen residensial membukukan prapenjualan sebesar Rp3,14 triliun atau 44 persen dari total prapenjualan.

Pencapaian ini ditopang oleh proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna dan Terravia di BSD City.

Baca juga: Begini Marketing Sales BSDE Lima Tahun Terakhir

Lalu, Kaia Yara, Klasika Vicente dan proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi dan Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur.

Di sisi lain, jumlah aset Bumi Serpong Damai per akhir September 2025 menyentuh Rp77,40 triliun, naik bila disandingkan per akhir Desember 2024 yang sekitar Rp76,02 triliun.

Sebaliknya liabilitas BSDE turun dari semula Rp28,70 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp26,07 triliun per akhir September 2025.

Peningkatan juga terjadi di sisi ekuitas. Per akhir September 2025, ekuitas BSDE sebesar Rp51,32 triliun, sedangkan akhir 2024 masih di level Rp47,31 triliun.

Baca juga: Jual Tanah, BSDE Kantongi Rp617,41 Miliar

Per akhir September 2025, pemegang saham Bumi Serpong Damai terdiri atas PT Paraga Artamida sebesar 40,75 persen, PT Ekacentra Usahamaju 25,94 persen, PT Simas TUnggal Center 1,80 persen, PT Metropolitan Trancities Indonesia 1,23 persen, dan PT Aneka Karya Amarta 0,77 persen.

Lalu, PT Pembangunan Jaya 0,40 persen, PT Dian Swastika Sentosa Tbk 0,21 persen, PT Bhineka Karya Pratama 0,21 persen, PT Anangga Pertiwi Megah 0,14 persen, PT Nirmala Indah Sakti 10,14 persen, PT Apta Citra Universal 0,06 persen, PT Serasi Niaga Sakti 0,00 persen, dan masyarakat 28,35 persen.

(*)

Pos terkait