Begini Pemanfaatan Dana IPO WEGE Terkini

Pemanfaatan dana IPO PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) per akhir Desember 2025 menyentuh Rp749,86 miliar/foto: wikagedung.co.id

Lalu, untuk modal kerja Perseroan sebesar 57,53 persen atau senilai Rp465,89 miliar juga telah terealisasi seluruhnya.

 

Bacaan Lainnya

Target 2026

Sementara itu, Per September 2025, WEGE mengantongi kontrak Rp4,16 triliun, terdiri atas 47 persen proyek pemerintah, 33 persen dari BUMN, dan 20 persen proyek swasta.

Mengutip materi paparan publik Perseroan, beberapa waktu lalu, per September 2025, WEGE mengantongi kontrak senilai Rp56 triliun mencakup 413 proyek.

Manajemen WEGE pernah menyatakan bahwa target nilai kontrak tahun 2026 adalah sekitar Rp3 triliun.

Baca juga: Setelah WEGE, Giliran Laba WTON Melambung hingga 91 Persen

Sektor prioritas pada 2026 adalah segmen konstruksi (APBN lebih besar), badan usaha milik negara atau BUMN (5-10 persen), dan swasta.

Strategi yang diterapkan anak WIKA ini tidak hanya tender konvensional tapi juga menjadi integrator/kolaborasi dengan investor (create project).

Manajemen juga mengaku bahwa pihaknya menyusun rencana ke depan dengan lebih berhati-hati.

Strategi utamanya adalah diversifikasi bisnis, dengan fokus pada bisnis modular yang menjadi keunggulan perusahaan.

Untuk aset konsesi yang dimiliki, dilakukan strategi Asset Recycling (optimalisasi/divestasi) guna mendukung likuiditas dan menciptakan peluang baru.

Selain itu, mengembangkan kemitraan strategis dengan investor atau pengguna untuk menciptakan ekosistem konstruksi baru.

Baca juga: Pendapatan Wika Gedung Menurun

Terkait divestasi aset, pada 2025, berkisar Rp40-45 miliar. Mayoritas berupa unit apartemen (persediaan) di Bandung, Jawa Barat.

Di sisi lain, sepanjang Januari-September 2025, pendapatan WEGE sekitar Rp1,17 triliun atau lebih rendah disandingkan raihan pada periode sama 2024 yang sebesar Rp2,25 triliun.

Per akhir September 2025, WEGE membukukan rugi Rp50,44 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 menorehkan laba bersih Rp47,10 miliar.

Pada akhir September 2025, WEGE memiliki aset Rp4,86 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2024 senilai Rp5,72 triliun.

Baca juga: Wika Gedung Tak Sebatas Membangun Gedung

Liabilitas WEGE tercatat lebih rendah pada akhir September 2025 disandingkan akhir 2024, yakni dari Rp3,12 triliun menjadi Rp2,30 triliun.

Sebaliknya, ekuitas WEGE turun dari Rp2,60 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp2,55 triliun per akhir September 2025.

(*)

 

Pos terkait