Bank Penyalur KPR FLPP Ini Punya Aset Rp2.829,9 Triliun

Pada 2025, penyaluran KPR FLPP Bank Mandiri melejit sekitar 160 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: bank mandiri

Sepanjang 2025, dukungan tersebut terealisasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Penyaluran ini tetap dijalankan secara terukur dengan kualitas aset yang terjaga, sejalan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Dalam agenda pembangunan sosial dan ketahanan pangan, Bank Mandiri turut mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana, disertai penguatan tata kelola keuangan yang akuntabel.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, penguatan desa terus diperluas melalui pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta pembukaan lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma, sejalan dengan agenda pengembangan desa dan dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.

Terkait program perumahan itu BMRI menyalurkan kredit pembiayaan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peurmahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilaan rendah (MBR).

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) penyaluran KPR FLPP Bank Mandiri terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga 2025.

Baca juga: Dari Bandung, Bank Mandiri Beri Sinyal Siap Gulirkan KUR Perumahan

Pada 2021, ketika Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemi Covid-19, bank pelat merah itu menyalurkan KPR FLPP sebanyak 2.562 unit.

Setahun kemudian, penyalurannya naik sekitar 15 persen. Begitu juga dengan tahun 2023 dan 2024, masing-masing meningkat sekitar 14 persen dan 28 persen.

Bahkan, pada 2025, penyaluran KPR FLPP Bank Mandiri melejit sekitar 160 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.

Baca juga: Cara Ajukan KPR Rumah Melalui Bank Mandiri, Ini Langkah dan Syaratnya

Dalam rentang tahun 2021 hingga 2025, Bank Mandiri menyalurkan KPR FLPP sebanyak 24.255 unit atau setara dengan sekitar Rp2,96 triliun.

 

(*)

Pos terkait